Saturday, 9 Zulqaidah 1442 / 19 June 2021

Saturday, 9 Zulqaidah 1442 / 19 June 2021

Begini Situasi Stasiun Tanah Abang Selama Pembatasan

Senin 10 May 2021 01:10 WIB

Red: Ratna Puspita

Penumpang yang akan menaiki KRL dialihkan memakai bus Transjakarta di Stasiun Tanah Abang, Jakarta, Senin (3/5). PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) mula Senin (3/4), melakukan rekayasa perjalanan untuk kereta rel listrik (KRL) yang berhenti ataupun melintasi Stasiun Tanah Abang pada pukul 15.00 hingga 19.00 WIB, untuk mengantisipasi lonjakan penumpang dari Pasar Tanah Abang. Republika/Putra M. Akbar

Penumpang yang akan menaiki KRL dialihkan memakai bus Transjakarta di Stasiun Tanah Abang, Jakarta, Senin (3/5). PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) mula Senin (3/4), melakukan rekayasa perjalanan untuk kereta rel listrik (KRL) yang berhenti ataupun melintasi Stasiun Tanah Abang pada pukul 15.00 hingga 19.00 WIB, untuk mengantisipasi lonjakan penumpang dari Pasar Tanah Abang. Republika/Putra M. Akbar

Foto: Republika/Putra M. Akbar
Keberadaan TransJakarta saat penutupan stasiun membantu mengurangi kepadatan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Petugas keamanan di Stasiun Tanah Abang, mengatakan selama pembatasan operasional di Stasiun Tanah Abang pada pukul 16.00-19.00 WIB, tidak ada penumpukan penumpang sejak pukul 19.00 WIB. "Setelah stasiun ditutup pukul 16.00-19.00 WIB, setelah pukul 19.00 WIB situasinya tidak terlalu padat," kata salah satu petugas keamanan Stasiun Tanah Abang Arifin, di lokasi, Ahad (9/5).

Hal tersebut, kata Arifin, karena pada periode penutupan stasiun, para penumpang diangkut oleh bus gratis TransJakarta yang bertujuan ke empat stasiun yakni Sudirman, Duri, Gondangdia, dan Palmerah. "Tidak terlalu padat karena kebantu sama TransJakarta saat penutupan, dan karena jarak dari buka lagi sampai akhir operasi hanya satu jam sampai 20.00 WIB," ucap dia.

Baca Juga

Diketahui, PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) sejak Senin (3/4) melakukan penyesuaian perjalanan kereta rel listrik (KRL) yang berhenti dan melintasi Stasiun Tanah Abang. Stasiun Tanah Abang tidak melayani keluar masuk pada pukul 15.00-19.00 WIB demi mengantisipasi kepadatan penumpang menuju Pasar Tanah Abang yang berpotensi menciptakan klaster baru COVID-19 di pusat perbelanjaan.

Untuk melayani pelanggan Tanah Abang, PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) menyediakan sebanyak empat rute layanan khusus secara gratis yang akan melayani masyarakat di empat stasiun Kereta Rel Listrik (KRL) baik dari maupun menuju Stasiun Tanah Abang, Jakarta Pusat. Hal ini sebagai tindak lanjut dari arahan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk menyediakan bus pengumpan bagi masyarakat menyusul keputusan Kereta Commuter Indonesia (KCI) yang tidak berhenti di Stasiun Tanah Abang sejak Senin (3/5).

Direktur Utama PT Transjakarta, Sardjono Jhony Tjitrokusumo merinci keempat rute khusus tersebut, yakni Stasiun Tanah Abang--Stasiun Palmerah (TNB 1), Stasiun Tanah Abang--Stasiun Gondangdia (TNB 2), Stasiun Tanah Abang--Stasiun Duri (TNB 3) dan Stasiun Tanah Abang--Stasiun Karet (TNB 4). "Masyarakat yang menggunakan layanan kereta bisa berpindah moda menggunakan layanan TransJakarta menuju ke tempat tujuan masing-masing sehingga mobilitasnya tetap bisa kami layani," kata Jhony di Jakarta, Selasa (4/5).

Transjakarta menyediakan sebanyak 20 unit bus yang akan melayani masyarakat mulai 3-12 Mei 2021 dan beroperasi pukul 15.00-18.00 WIB tanpa dikenakan biaya atau gratis. Keempat layanan ini, kata Jhony, hanya akan menaikkan pelanggan dari titik awal hingga titik penurunan akhir saja. 

Semua armada yang melintas tidak akan berhenti pada bus stop yang dilalui oleh rute-rute tersebut. Selain itu, Transjakarta juga mengoperasilan layanan Tanah Abang Explorer (GR2) yang akan beroperasi mulai pukul 10.00--18.00 WIB.

Transjakarta juga turut menambah sebanyak 30 unit armada pada rute-rute yang biasa beroperasi di sekitar Tanah Abang, Jakarta Pusat seperti Tanah Abang-- Stasiun Gondangdia (1H), Blok M--Tanah Abang (1N), Tanah Abang--Senen (1R), Kampung Melayu--Tanah Abang (5F), Kampung Melayu--Tanah Abang Via Cikini (5M), Kebayoran Lama--Tanah Abang (8C), Tanah Abang--Batu Sari kebon Jeruk (8K) dan Pasar Minggu--Tanah Abang (9D).Penambahan ini guna mengantisipasi lonjakan pelanggan di titik-titik tersebut.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA