Monday, 11 Zulqaidah 1442 / 21 June 2021

Monday, 11 Zulqaidah 1442 / 21 June 2021

Mudik Dilarang, 632 Ribu Orang Telah Masuk Jateng

Ahad 09 May 2021 23:11 WIB

Rep: Joglosemar/ Red: Joglosemar

 Mudik: Mudik Dilarang, 632 Ribu Orang Telah Masuk Jateng

Mudik: Mudik Dilarang, 632 Ribu Orang Telah Masuk Jateng

Mudik Dilarang, 632 Ribu Orang Telah Masuk Jateng

TEGAL, JOGLOSEMARNEWS.COM – Meski mudik dilarang, tetapi diperkirakan sebanyak 632.000 orang pemudik telah berhasil masuk ke Jawa Tengah. Terkait hal tersebut Ganjar meminta meminta seluruh bupati dan wali kota siaga mengantisipasi kebocoran pemudik tersebut.

Suami Siti Atiqoh tersebut meminta semua kepala daerah di Jawa Tengah menggerakkan seluruh kepala desa/lurah untuk melakukan testing sampai tingkat bawah. Hal tersebut disampaikan Ganjar saat mengecek pintu penyekatan pemudik di Terminal Tegal, Minggu (9/5/2021).

“Soalnya pemudik masih nekat berdatangan. Ada dua catatan yang masuk, dari aplikasi Jogo Tonggo mencatat baru enam sampai delapan persen yang melaporkan, angkanya sekitar 10.000 (orang) pemudik. Tapi catatan dari Perhubungan dari asumsi-asumsi angkutan yang masuk, sudah ada 632.000 (orang) pemudik,” kata Ganjar.

Melihat kondisi itu, Ganjar memprediksikan para pemudik yang nekat pulang akan sama seperti tahun lalu. Kira-kira lanjut dia, ada sekitar sejuta orang pemudik. “Saya mempertimbangkan kira-kira yang akan masuk ke Jateng segitu. Maka saya mintakan agar ada pengetesan-pengetesan di level yang paling bawah,” tegasnya.

Meski begitu, Ganjar berharap masyarakat taat untuk tidak mudik. Ia mengucapkan terima kasih atas partisipasi masyarakat yang dengan sadar menunda kepulangan.

“Saya tadi perjalanan dari Semarang ke Tegal, melihat sepanjang perjalanan cukup sepi. Saya terima kasih karena masyarakat taat menunda mudik, dan saya berharap kondisi ini bertahan sampai tanggal 17 nanti,” terangnya.

Semua yang nekat mudik dan lolos, lanjut Ganjar, wajib dicek oleh Jogo Tonggo. Seluruh RT, RW, lurah diminta proaktif melakukan pengecekan.

“Di Banyumas bagus, semua yang datang diisolasi selama lima hari. Meskipun tidak semua daerah melakukan, tapi saya minta ada tindakan. Bahkan ada yang unik, salah satu pemudik terpaksa diisolasi karena dilaporkan istrinya sendiri,” pungkasnya.

Cek Tempat Isolasi Dalam kesempatan itu, Ganjar juga menyempatkan diri mengecek tempat isolasi di Rusunawa Tegalsari. Di lokasi itu, Ganjar mengecek kesiapan tempat karantina bagi masyarakat yang posirif Covid-19. Dari laporan petugas, ada sembilan orang pasien Covid-19 yang dikarantina.

Salah satu pasien Covid-19 adalah pemudik yang kedapatan positif. “Ada satu yang positif dari hasil tes antigen pemudik. Saat ini sedang kami isolasi di sini dan lakukan tracing. Itu pemudik perjalanan asal Jawa Barat,” kata Primawati, Kadinkes Kota Tegal. Satria

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan joglosemarnews.com. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab joglosemarnews.com.
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA