Tuesday, 24 Zulhijjah 1442 / 03 August 2021

Tuesday, 24 Zulhijjah 1442 / 03 August 2021

Bupati Tanah Datar: Kami tidak Fasilitasi Shalat Id

Ahad 09 May 2021 22:48 WIB

Rep: Febrian Fachri/ Red: Mas Alamil Huda

  Umat Muslim melakukan shalat Idul Fitri di Masjid Agung Jawa Tengah, Semarang. ilustrasi (Republika/Wihdan)

Umat Muslim melakukan shalat Idul Fitri di Masjid Agung Jawa Tengah, Semarang. ilustrasi (Republika/Wihdan)

Tanah Datar saat ini masuk ke dalam kategori zona oranye.

REPUBLIKA.CO.ID, BATUSANGKAR - Bupati Tanah Datar, Sumatra Barat (Sumbar), Eka Putra, mengatakan, pihaknya tidak memfasilitasi shalat Idul Fitri 1442 H. Tanah Datar saat ini masuk ke dalam kategori zona oranye.

Ia mengakui akhir-akhir ini jumlah kasus Covid-19 di Luhak Nan Tuo meningkat cukup tinggi lantaran masifnya pelaksanaan testing dan tracing.  Biasanya Pemkab Tanah Datar memfasilitasi shalat Idul Fitri dan Idul Adha di Lapangan Cindua Mato atau Lapangan Gumarang di Batusangkar.

"Shalat Idul Fitri yang biasanya Pemkab sebagai penyelanggara, kini kami tiadakan. Sesuai dengan Surat Edaran Gubernur Sumbar dan arahan pemerintah pusat shalat Idul Fitri di lapangan dan masjid hanya untuk daerah zona hijau dan kuning," kata Eka kepada Republika.co.id, Ahad (9/5).

Walau masuk kategori oranye, menurut Eka, kasus kematian Covid-19 di Tanah Datar terbilang rendah. Untuk itu, menurut Eka, penyelenggaraan shalat Id di Tanah Datar akan ada sesuai dengan status wilayah masing-masing per kecamatan atau per nagari. Dan penyelenggaraannya diserahkan ke nagari dan kecamatan masing-masing.

Misalkan suatu kecamatan atau nagari (setara desa) di Tanah Datar ada yang berstatus zona hijau atau kuning, diperbolehkan menyelenggarakan shalat Idul Fitri dengan catatan harus menaati protokol kesehatan.

Eka menambahkan, karena status sebagai zona oranye juga, pihaknya juga tidak akan menyelenggarakan open house di rumah dinas seperti yang dilakukan bupati-bupati terdahulu. Selain itu, kata Eka, semua objek wisata di Tanah Datar ditutup pada 12-16 Mei 2021. Eka tidak ingin dibukanya objek wisata nanti berakibat memburuknya penularan covid di Tanah Datar khususnya pada momen libur lebaran Idul Fitri.

"Pariwisata kami tutup 12-16 Mei. Rumah makan, kafe, restoran, take away," ucap Eka.

Mengutip informasi data dari Dinas Kesehatan Tanah Datar sampai hari ini, jumlah kasus positif Covid-19 di Tanah Datar sebanyak 1.682. Dengan rincian 5 orang dirawat di RS Unand Padang, 3 orang dirawat di RSOMH Bukittinggi, 5 orang dirawat di RSUP M Djamil Padang, 1 orang dirawat di RSAM Bukittinggi, 5 orang dirawat di RS Ibnu Sina Padang Panjang, 2 orang dirawat di RSUD Padang Panjang, 5 orang dirawat di RSUD Hanafiah Batusangkar, 3 orang dirawat di RS Ibnu Sina Bukittinggi, 1 orang isolasi RSUD Padang Panjang, 3 orang dirawat RSI Ibnu Sina Payakumbuh, 3 orang dirawat RSUD Padang Pariaman, 1 orang dirawat RSUD Bukittinggi, 1 orang dirawat RS Yos Sudarso Padang, 1 orang dirawat RSI Ibnu Sina Padang.

Sementara 245 orang isolasi mandiri dan 1.346 sudah sembuh hasil dengan hasil negatif, serta meninggal dunia 54 orang.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA