Thursday, 14 Zulqaidah 1442 / 24 June 2021

Thursday, 14 Zulqaidah 1442 / 24 June 2021

Dewan Yahudi New York Salurkan Ribuan Paket Makanan Halal   

Ahad 09 May 2021 21:58 WIB

Rep: Dea Alvi Soraya/ Red: Nashih Nashrullah

Dewan Yahudi New York tergugah untuk berbagi dengan umat Islam. Ilustrasi paket makanan

Dewan Yahudi New York tergugah untuk berbagi dengan umat Islam. Ilustrasi paket makanan

Foto: tradekorea.com
Dewan Yahudi New York tergugah untuk berbagi dengan umat Islam

REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK—Metropolitan Council on Jewish Poverty (Met Council), organisasi layanan sosial Yahudi yang berbasis di New York, merupakan penyuplai makanan halal yang telah lama dikenal.

Jika sebelumnya mereka memberikan layanan untuk membantu menyuplai makanan halal bagi umat Yahudi yang membutuhkan, umat Yahudi tidak makan babi atau hewan non-halal, kini mulai menargetkan pemenuhan makanan bagi Muslim New York yang juga tidak makanan makanan non-halal.

Baca Juga

“Kami memiliki banyak keahlian seputar makanan yang rumit. Kami juga menyadari bahwa kebutuhannya sangat besar sehingga kami mulai menjangkau dapur makanan halal dan menyediakan makanan sesuai kebutuhan mereka,” kata David Greenfield, Kepala Eksekutif Met Council. 

Ahad (9/5) ini, Met Council telah mendistribusikan 1.550 kotak makanan halal di masjid-masjid di Kota New York.  “Menurutku inilah yang membuat New York begitu menakjubkan,” kata Greenfield.  

Pada Jumat (7/5) lalu, organisasi tersebut telah bekerjasama dengan Daneek Miller, satu-satunya Dewan Muslim di Kota New York, untuk mendistribusikan 300 kotak makanan halal untuk Ramadan di Masjid Al-Rahman di Queens.

“Ada banyak keluarga yang tidak memiliki makanan untuk berbuka puasa. Jadi kerawanan pangan sangat nyata dan itu membutuhkan perhatian semua pihak.” kata Miller. 

Kotak makanan tersebut berisi bermacam-macam makanan halal, termasuk buah-buahan, sayuran, dan makanan kaleng dan kering. Kotak-kotak itu juga menyertakan kurma, barang yang biasanya terlalu mahal untuk dimasukkan ke dalam distribusi dapur, tetapi ditambahkan karena makna religius dan budaya dari kurma selama Ramadhan.

Kolaborasi antara Muslim dan Yahudi New York, kata Miller telah berlangsung lama, terutama dalam bidang pangan, mengingat Yahudi dan Muslim memiliki preferensi makanan yang sama, halal. "Kami pernah memiliki jenis kemitraan seperti itu, tetapi dunia tidak tahu," kata Miller.

 

Sumber: israelnationalnews

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA