Saturday, 9 Zulqaidah 1442 / 19 June 2021

Saturday, 9 Zulqaidah 1442 / 19 June 2021

Pasutri Mualaf Akad Nikah di Pesantren Dompet Dhuafa

Kamis 13 May 2021 12:10 WIB

Red: Gita Amanda

Pasangan suami istri muallaf melangsungkan akad nikah di Pesantren Muallaf Dompet Dhuafa.

Pasangan suami istri muallaf melangsungkan akad nikah di Pesantren Muallaf Dompet Dhuafa.

Foto: Dompet Dhuafa
Pernikahan keduanya di Pesantren Muallaf Dompet Dhuafa berlangsung dengan prokes.

REPUBLIKA.CO.ID, TANGERANG SELATAN -- Dompet Dhuafa beberapa waktu lalu melangsungkan pernikahan antara pasangan muallaf, Dicky (42 tahun) dan Zahra (42) di Pesantren Muallaf Dompet Dhuafa, Bintaro.

Dicky mengatakan banyaknya masalah yang dialami secara tak langsung memanggil Ustaz Aris dan Dompet Dhuafa membantu dalam melangsungkan pernikahan. “Saya kenal Ustaz Aris, setelah saya bercerita banyak, Alhamdulillah Ustaz mau membantu proses pernikahan saya di Pesantren Muallaf ini,” jelas Dicky, dikutip dari laman resmi Dompet Dhuafa.

Ustaz Aris Alwi menjadi sosok yang sangat dipandang oleh para muallaf. Beliau adalah guru yang banyak membagikan pengalaman, serta wawasan syariat islam kepada para muallaf. “Saya sering bertemu dengan banyak muallaf, seringkali beserta masalah-masalah pribadinya. Nah, saya menyebutnya lembaga ini juga menjadi advokasi kehidupan,” ujar Ustaz Aris.

Sementara Sang Pengantin Perempuan, Zahra, adalah seorang public speaker di bidang bisnis. Selain itu ia juga pandai dalam menerapkan ilmu terapi (pijat) serta penerapan budaya sosial. “Maka itu, saya dan Zahra belum bisa langsung bersama, karena Zahra harus membagikan ilmunya dulu di pesantren ini,” ungkap Dicky.

Baca Juga

Menurutnya, itu merupakan bentuk terima kasih Zahra terhadap Dompet Dhuafa yang karenanya ia dapat terbantu hingga bisa melangsungkan pernikahannya.

Saat ini jumlah santri muallaf ada sebanyak 53 orang. Diantaranya menjadi saksi pernikahan Dicky dan Zahra. Serta keluarga dari pihak mempelai pria pun hadir dengan penuh kebahagiaan ketika menyaksikan pernikahan Dicky. Kemudian jumlah hadirin juga tidak terlalu banyak karena dilihat dari tempat, harus menjaga jarak (social distancing) jadi di cukupkan hingga 15 orang saja.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA