Monday, 4 Zulqaidah 1442 / 14 June 2021

Monday, 4 Zulqaidah 1442 / 14 June 2021

Kementan Soroti Kenaikan Harga Daging Sapi dan Ayam

Ahad 09 May 2021 15:57 WIB

Rep: Deddy Darmawan/ Red: Yudha Manggala P Putra

Pedagang daging ayam. Ilustrasi

Pedagang daging ayam. Ilustrasi

Foto: Republika/Thoudy Badai
Harga daging sapi dan ayam disebut tengah mengalami kenaikan harga signifikan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Badan Ketahanan Pangan menyoroti komoditas daging sapi dan daging ayam yang tengah mengalami kenaikan harga signifikan di tingkat konsumen. Perhatian khususnya pada pasokan.

"Kita tentu memberikan perhatian terhadap stabilitas pasokan dan harga pangan pokok strategis. Perhatian utama ke pasokan dan harga daging sapi dan daging ayam," kata Kepala Pusat Distribusi dan Cadangan Pangan BKP, Risfaheri kepada Republika.co.id, Ahad (9/5).

Ia menjelaskan, ketersediaan daging sapi saat ini dalam level cukup atau tidak terlalu berlebihan. Sementara, permintaan menjelang Hari Raya Idul Fitri cukup meningkat.

Menurutnya, dengan situasi itu dipasikan akan mendongkrak harga hingga ke tingkat hilir. Situasi itu terutama dimanfaatkan oleh pemasok daging sapi atau perusahaan penggemukan sapi.

"Harga sapi hidup dari feedloter mengalami kenaikan sehingga harga jual tentu mengalami kenaikan meskipun pemantauan kami masih dalam batas kewajaran," kata Risfaheri.

Adapun untuk daging ayam, ia mengatakan seharusnya tidak mengalami kenaikan karena pasokan yang lebih dari cukup. Risfaheri mengklaim dari prognosis nerasa produksi daging ayam nasional mengalami surplus cukup besar.

Namun, beberapa rumah potong ayam (RPA) yang didatangi Kementan beralasan harga ayam hidup dari peternak sudah mengalami peningkatan. Alasannya, lantaran terdapat kenaikan harga bibit ayam atau day old chick (doc) serta harga jagung untuk pakan yang mahal.

Lebih lanjut, ia menyebut terdapat kemungkinan sebagian karkas ayam disimpan dalam bentuk beku di gudang pendingin demi bisa mengendalikan pasokan dan harga pasar. "Tapi kondisi ini tidak bisa bertahan lama," kata dia.

Risfaheri menuturkan, BKP Kementan melalui unit-unit pasar mitra tani khususnya di Jabodetabek gencar melalukan pasar murah, termasuk untuk daging sapi dan daging ayam beku. "Pembelian daging sapi beku khususnya mengalami kenaikan tajam baik melalui online maupun offline," ujarnya.

Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) mencatat, harga daging ayam ras segar secara rata-rata nasional hingga akhir pekan ini sebesar Rp 37 ribu per kilogram (kg) atau naik 1,09 persen. Adapun daging sapi kualitas I dihargai Rp 128 ribu per kg, naik 0,43 persen.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA