Thursday, 14 Zulqaidah 1442 / 24 June 2021

Thursday, 14 Zulqaidah 1442 / 24 June 2021

Fenomena Water Spout Muncul di Papua

Ahad 09 May 2021 15:29 WIB

Red: Nora Azizah

'Water Spout' disebut berbahaya bagi nelayan hingga kapal penumpang.

'Water Spout' disebut berbahaya bagi nelayan hingga kapal penumpang.

Foto: EPA
'Water Spout' disebut berbahaya bagi nelayan hingga kapal penumpang.

REPUBLIKA.CO.ID, MANOKWARI -- Fenomena alam "water spout" yang terlihat di perairan Kabupaten Manokwari, Provinsi Papua Barat, pada Sabtu (8/5) siang sekira pukul 13.00 WIT menggegerkan warga pesisir Pantai Manokwari. BMKG menyatakan fenomena ini berbahaya bagi nelayan dan kapal.

"Fenomena 'water spout' sangat berbahaya bagi nelayan ataupun kapal penumpang yang melakukan pelayaran bertepatan pada saat terjadi pusaran atau belalai angin itu," kata Kepala BMKG stasiun Rendani Manokwari, Daniel Tandi yang dikonfirmasi, di Manokwari, Ahad (9/5).

Baca Juga

Penampakan "water spout" itu sempat diabadikan warga melalui video pendek dan beredar di media sosial. Menurut Daniel Tandi fenomena "water spout" kalau di lautsangat berbahaya bagi nelayan atau kapal penumpang karena bisa menimbulkan gelombang akibat pusaran angin.

"Kalau angin puting beliung kejadiannya di darat dan berbahaya bagi rumah penduduk," katanya.

Dia menjelaskan, fenomena "water spout" sendiri biasanya terbentuk dari sistem awan cumulonimbus. Namun demikian, tidak semua awan cumulonimbus dapat menimbulkan fenomena tersebut.

"Tidak semua awan cumulonimbus dapat menimbulkan fenomena 'water spout' karena itu pun tergantung pada kondisi labilitas atmosfer," katanya.

Ia mengatakan, keberadaan awan cumulonimbus juga mengindikasikan potensi hujan lebat disertai kilat petir dan angin kencang dan pada kondisi tertentu dapat menimbulkan potensi puting water spout. "Ciri-ciri fenomena waters pout yaitu kejadiannya bersifat lokal, terjadi dalam periode waktu yang singkat, paling lama 15 menit. Fenomena water spout sendiri berpotensi terjadi pada siang atau sore hari," kata Daniel.

Menurut Oceanservice.noaa.gov, "tornadic waters pout" adalah tornado yang terbentuk di atas air, atau berpindah dari daratan ke perairan. Biasanya fenomena alam ini disertai dengan badai petir yang parah, angin kencang, hujan es yang besar, dan seringnya petir berbahaya.

Sedangkan peneliti Pusat Sains dan Teknologi Atmosfer (PSTA) Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Erma Yulihastin, dalam keterangan di situs resmi LAPAN, menyatakan ada perbedaan antara "water spout" dan angin puting beliung .

Terdapat perbedaan mendasar antara fenomena 'water spout' dan angin puting beliung akibat kondisi anomali cuaca. Perbedaan 'water spout' dengan puting beliung dapat diidentifikasi dari koneksinya dengan media air yang terdapat di bagian dasarnya. "Water spout" yang juga pernah terjadi di Wonogiri, Jawa Tengah pada Januari lalu.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 

BERITA TERKAIT

 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA