Thursday, 14 Zulqaidah 1442 / 24 June 2021

Thursday, 14 Zulqaidah 1442 / 24 June 2021

Polisi Buru Satu DPO Usai Gerebek Kampung Ambon 

Ahad 09 May 2021 14:49 WIB

Rep: Febryan. A/ Red: Ratna Puspita

Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Metro Jakarta Timur Kombes Pol Ady Wibowo (depan, kiri)

Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Metro Jakarta Timur Kombes Pol Ady Wibowo (depan, kiri)

Foto: Antara/Aditya Pradana Putra
Satu orang warga Kampung Ambon diburu terkait perkara kepemilikan senjata.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ratusan personel kepolisian menangkap 49 orang terkait kasus narkoba di Kampung Ambon, Cengkareng, Jakarta Barat, Sabtu (8/5) kemarin. Kini, aparat memburu satu orang lagi warga Kampung Ambon yang sudah masuk daftar pencarian orang (DPO). 

Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Ady Wibowo mengatakan, anak buahnya sedang memburu satu orang warga Kampung Ambon terkait perkara kepemilikan senjata. "Ada DPO kita. Sementara satu orang," kata Ady di Jakarta, Ahad (9/5). 

Baca Juga

Ady menjelaskan, 49 orang yang ditangkap diselidiki keterlibatannya dalam peredaran narkoba di Kampung Ambon, termasuk juga soal kepemilikan senjata. 

Aparat mengamankan berbagai barang bukti saat menggerebek Kampung Ambon. Di antaranya, senjata tajam, senjata rakitan, lima peluru tajam, pesawat nirawak (drone), senapan angin, ganja dan sabu. 

"Kita sedang mencocokkan siapa memiliki (barang bukti tersebut) dan lain sebagainya. Jadi kita butuh waktu untuk proses pendalaman ini," kata Ady. 

Ady menambahkan, penggerebekan Kampung Ambon dilakukan karena adanya informasi dari masyarakat bahwa banyak praktik penyalahgunaan narkoba di sana. Saat penggerebekan dengan pengerahan 550 personel itu, ditemukan sejumlah bedeng yang diduga kuat dijadikan tempat menggunakan narkoba dan transaksi narkoba. 

"Sehingga sempat pada saat penggerebekan itu kita lakukan pembersihan di bedeng tersebut. Sudah (dihancurkan)," kata Ady. 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA