Ahad 09 May 2021 09:18 WIB

Keluarga Korban Kereta Metro Meksiko akan Dapat Kompensasi

Jembatan layang yang merupakan jalur kereta metro Mexico City roboh pada 3 Mei 2021.

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Nidia Zuraya
Petugas pemadam kebakaran Kota Meksiko dan personel penyelamat bekerja untuk memulihkan korban dari kecelakaan kereta bawah tanah setelah bagian Jalur 12 dari kereta bawah tanah runtuh di Mexico City, Senin, 3 Mei 2021. Bagian yang melewati jalan di selatan Kota Meksiko runtuh Senin malam, jatuh kereta bawah tanah, menjebak mobil dan menyebabkan sedikitnya 50 cedera dan beberapa tewas, kata pihak berwenang.
Foto: AP Photo/Jose Ruiz
Petugas pemadam kebakaran Kota Meksiko dan personel penyelamat bekerja untuk memulihkan korban dari kecelakaan kereta bawah tanah setelah bagian Jalur 12 dari kereta bawah tanah runtuh di Mexico City, Senin, 3 Mei 2021. Bagian yang melewati jalan di selatan Kota Meksiko runtuh Senin malam, jatuh kereta bawah tanah, menjebak mobil dan menyebabkan sedikitnya 50 cedera dan beberapa tewas, kata pihak berwenang.

REPUBLIKA.CO.ID, MEXICO CITY -- Keluarga korban kecelakaan kereta Metro Meksiko akan menerima kompensasi. Walikota Mexico City Claudia Sheinbaum mengatakan, keluarga akan menerima kompensasi sebesar 2.500 dolar AS dari pemerintah kota dan 32.650 dolar AS dari perusahaan kereta metro.

"Kami tidak akan membiarkan mereka sendirian. Kami akan bersama mereka dan kami akan memberi mereka semua dukungan yang mereka butuhkan," ujar Sheinbaum.

Baca Juga

Sebelumnya sebuah jembatan layang yang merupakan jalur kereta metro Mexico City roboh pada Senin (3/5) malam. Dalam sebuah rekaman video yang ditayangkan di saluran lokal Milenio TV menunjukkan, jembatan layang jalur 12 metro runtuh dan menimpa mobil di yang sedang berjalan di bawahnya. Sebanyak 25 orang meninggal dunia dan lebih dari 80 lainnya mengalami luka-luka.

Sheinbaum dan Presiden Meksiko Andres Manuel Lopez Obrador berjanji akan melakukan penyelidikan menyeluruh atas kecelakaan tersebut. Kantor jaksa agung, mitranya di Mexico City, dan auditor eksternal, DNV GL Norwegia, sedang menyelidiki insiden itu.

Jalur 12 metro Meksiko dibangun ketika Menteri Luar Negeri Marcelo Ebrard menjadi walikota Mexico City. Ebrard menyebut insiden itu sebagai kecelakaan transportasi umum paling mengerikan yang pernah dialami oleh Meksiko. 

Salah satu keluarga korban, Luis Adrian Hernandez Juarez memegang foto mendiang ayahnya, Jose Luis (61 tahun) yang meninggal dunia akibat kecelakaan metro Meksiko itu. Hernandez Juarez mengatakan, ayahnya menggunakan metro Meksiko Jalur 12 setiap hari untuk pergi bekerja di sebuah bengkel mobil.

Sambil mencengkeram sertifikat kematian ayahnya, Hernandez Juarez mengatakan personel darurat mengatakan kepadanya bahwa ayahnya terlindas penumpang lain. “Sungguh mengerikan melihat ayahmu seperti itu untuk yang terakhir kalinya,” katanya kepada The Associated Press.

Sementara itu, beberapa orang yang secara teratur melakukan perjalanan di Jalur 12 sudah lama khawatir kejadian seperti itu akan terjadi. Salah satunya adalah Maria Isabel Fuentes, yang merupakan seorang ibu rumah tangga.

“Sejak dibuka, itu (Jalur 12) menakutkan,” ujar Fuentes.

Fuentes mengatakan, metro Meksiko melayani rute di lingkungan berpenghasilan rendah di ibu kota. Sehingga kemungkinan keamanan transportasi tersebut tidak menjadi prioritas.

"Kami adalah orang yang sama, yang selalu membayar (tiket)," ujar Fuentes.

sumber : AP
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement