Monday, 11 Zulqaidah 1442 / 21 June 2021

Monday, 11 Zulqaidah 1442 / 21 June 2021

Klopp Tetap Merasa Badai Cedera Penyebab Timnya Gagal Juara

Sabtu 08 May 2021 20:27 WIB

Red: Endro Yuwanto

Pelatih Liverpool, Juergen Klopp.

Pelatih Liverpool, Juergen Klopp.

Foto: EPA-EFE/Peter Powell
Liverpool dipastikan secara matematis tak bisa menjuarai Liga Primer musim ini.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Juergen Klopp tetap bersikeras bahwa badai cedera yang melanda timnya menjadi penyebab utama Liverpool gagal mempertahankan gelar juara Liga Primer Inggris. Liverpool dipastikan secara matematis tak bisa menjuarai Liga Primer musim ini selepas rangkaian laga pekan ke-31 dan diimbangi Leeds United pada 19 April lalu.

Namun, peluang juara Liverpool sudah tergelincir semenjak mengawali tahun 2021 dengan catatan tiga laga nirmenang, kendati sempat menduduki puncak klasemen hingga akhir tahun 2020.

Posisi puncak terlepas dari tangan Liverpool tepat ketika dikalahkan Southampton 0-1 dalam laga pertama tahun 2021 dan sejak itu penampilan the Reds terus melorot hingga kini terancam tak akan bisa mencapai empat besar klasemen.

"Itu mudah, terlalu banyak pemain kami cedera di posisi-posisi kunci," kata Klopp saat ditanya tantangan terbesar Liverpool mempertahankan gelar musim ini, dilansir laman resmi klub, Sabtu (8/5).

Cedera paling berpengaruh tentunya yang dialami Virgil van Dijk dalam derbi Merseyside pada 17 Oktober 2020 yang membuat palang pintu utama pertahanan Liverpool itu hingga kini harus menepi. Menyusul Van Dijk, Joe Gomez juga cedera sampai saat ini, memaksa Liverpool terus bongkar pasang duet bek tengah dan gelandang yang diplot mengisi posisi tersebut, Fabinho, juga sempat menepi lama.

Lantas sang kapten Jordan Henderson juga hingga kini belum pulih dari cedera, tidak termasuk sederet panjang daftar cedera Liverpool lainnya di berbagai posisi.

"Saya tahu orang-orang akan berpikir itu cuma alasan, tetapi saya sudah pernah bilang bahwa ketika kami kehilangan kekuatan di lini pertahanan, rasanya seperti kaki Anda dipatahkan," kata Klopp. "Kemudian kami harus memasang gelandang sebagai bek. Itu seperti mematahkan tulang punggung dan kami kesulitan bergerak. Anda tentu ingat pada awal masalah cedera terjadi kami tetap memenangi laga dan tampak berada dalam posisi yang bagus. Tetapi dalam musim yang panjang segalanya bisa terjadi. Dan nyatanya itu yang terjadi."

Klopp menegaskan bahwa untuk bisa mencapai level permainan seperti yang diperlihatkan dua musim lalu, segalanya harus sempurna. Dan, itu adalah hal yang sulit dengan kondisi skuad Liverpool saat ini.

"Jika Anda bertanya bisakah kami finis di urutan keempat atau kelima ketimbang ketujuh? Tentu bisa. Tak ada keraguan, tetapi kami harusnya bisa melakukan lebih baik di momen-momen tertentu," jelas juru taktik asal Jerman itu."Tapi karena Anda bertanya apa tantangannya, jawaban saya adalah harus menanggulangi jumlah cedera yang banyak dan jelas kami tidak bisa melakukannya sebaik yang kami harapkan untuk bisa bertahan sepanjang musim."

Liverpool akan menjamu Southampton di Anfield dalam laga pekan ke-35 pada Ahad (9/5) WIB. The Reds masih dibayangi catatan kandang yang buruk sepanjang musim ini. Liverpool saat ini tercecer di posisi ketujuh klasemen dengan 54 poin dan jarak tujuh poin dari empat besar disertai satu laga simpanan yang belum dijalani.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA