Monday, 11 Zulqaidah 1442 / 21 June 2021

Monday, 11 Zulqaidah 1442 / 21 June 2021

Yang Terjadi pada Tubuh Saat Puasa Ramadhan

Sabtu 08 May 2021 18:55 WIB

Rep: Adysha Citra Ramadani/ Red: Qommarria Rostanti

Berpuasa saat Ramadhan mendatangkan beberapa manfaat kesehatan, salah satunya menjaga tubuh tetap bugar dan sehat (ilustrasi).

Berpuasa saat Ramadhan mendatangkan beberapa manfaat kesehatan, salah satunya menjaga tubuh tetap bugar dan sehat (ilustrasi).

Foto: Republika/Mardiah
Puasa Ramadhan dapat membantu meningkatkan sistem imun tubuh.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menjalani puasa satu bulan penuh selama Ramadhan dapat mendatangkan banyak keberkahan. Salah satunya adalah keberkahan bagi kesehatan.

Ahli kesehatan dr Salama Mohamed Al Hosani dari Ambulatory Healthcare Services Company (SEHA) mengatakan, ada beberapa manfaat kesehatan yang bisa didapatkan dari berpuasa Ramadhan. Salah satunya adalah menjaga tubuh tetap bugar dan sehat.

Selain itu, dr Salama juga mengatakan puasa Ramadhan dapat membantu meningkatkan sistem imun tubuh. Dengan begitu, tubuh akan lebih terlindungi dari risiko infeksi.

Ketika seseorang berpuasa, secara insting tubuh akan mulai menyimpan energi. Salah satu cara tubuh untuk menyimpan energi adalah dengan membunuh sel-sel sistem imun yang rusak atau tua.

"Tubuh akan melakukan penyesuaian dan memicu regenerasi sel-sel yang baru, sehingga terjadi peningkatan jumlah sel-sel peningkat kekebalan," ujar dr Salama, seperti dilansir di KhaleejTimes, Sabtu (8/5).

Bila puasa dilakukan selama 14 jam atau lebih dalam sehari, sel-sel di dalam tubuh yang mendukung respons imun akan 'bermigrasi' ke sumsum tulang yang padat akan nutrisi. Di sana, sel-sel tersebut akan beregenerasi dan menjadi kembali berdaya.

"Hasilnya, sel-sel tersebut melindungi tubuh dari infeksi," jelas dr Salama.

Selain manfaat pada fisik, berpuasa juga dapat memberikan dampak positif bagi kesehatan mental. Dr Salama mengatakan berpuasa dapat meningkatkan semangat. Meski pada masa-masa awal puasa bisa terasa cukup berat, kadar endorfin yang lebih tinggi akan dilepaskan setelah beberapa hari tubuh mulai terbiasa dengan pola makan saat berpuasa.

"Ini memberikan dorongan bagi kesehatan mental," kata dr Salama.

Terkait manfaat berpuasa, dr Salama juga menekankan pentingnya pemilihan pola makan yang seimbang saat berbuka puasa. Menu makanan yang disantap saat berbuka puasa perlu mencakup semua kelompok makanan.

Pola makan yang baik akan membantu tubuh bertransisi untuk membakar lemak sebagai sumber energi. Selain itu, cara ini juga dapat membantu menjaga massa otot dan berat badan yang stabil.

"Pola makan yang seimbang juga dapat membantu meregulasi kadar gula dan kadar kolesterol, membuat diabetes dan tekanan darah tinggi menjadi lebih mudah ditangani," kata dr Salama.

Hal lain yang tak kalah penting untuk diperhatikan saat berpuasa adalah minum air putih yang cukup. Asupan air putih yang cukup penting untuk menjaga hidrasi tubuh dan memunculkan perasaan berenergi. Asupan air putih yang cukup juga berguna untuk mencegah makan berlebih saat berbuka puasa.

Pola makan yang seimbang perlu mencakup beragam zat gizi yang dibutuhkan tubuh. Mengonsumsi makanan yang tidak sesuai atau kurang baik dapat memberikan dampak kurang baik bagi sistem imun.

"Konsumsi makanan yang salah akan melemahkan sistem imun, membuat Anda menjadi lebih rentan terhadap kuman dan virus," ujar dr Salama.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA