Monday, 11 Zulqaidah 1442 / 21 June 2021

Monday, 11 Zulqaidah 1442 / 21 June 2021

UEFA Desak Real Madrid, Barcelona dan Juve Tinggalkan ESL

Sabtu 08 May 2021 18:43 WIB

Red: Endro Yuwanto

logo uefa.

logo uefa.

Foto: football italia
Tiga klub itu akan menghadapi sanksi dan telah memulai proses disipliner.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- UEFA desak Real Madrid, Barcelona, dan Juventus untuk meninggalkan Liga Super Eropa (ESL). Menurut laporan Reuters, Sabtu (8/5), badan tertinggi sepak bola Eropa tersebut menyatakan bahwa tiga klub akan menghadapi sanksi dan telah memulai proses disipliner.

ESL dibentuk oleh 12 klub dan diumumkan pada bulan lalu, tetapi proyek tersebut runtuh setelah 48 jam. Sembilan klub lainnya, termasuk enam tim Liga Primer Inggris, mundur dari proyek tersebut dan telah menandatangani Deklarasi Komitmen Klub termasuk serangkaian langkah reintegrasi.

"Klub-klub pendiri telah menderita, dan terus menderita, tekanan, ancaman, dan pelanggaran pihak ketiga yang tidak dapat diterima untuk meninggalkan proyek," kata Real Madrid, Barcelona, dan Juventus dalam sebuah pernyataan bersama. "Ini tidak dapat ditoleransi di bawah aturan hukum dan pengadilan telah memutuskan untuk mendukung proposal Liga Super, memerintahkan FIFA dan UEFA untuk, baik secara langsung atau melalui badan afiliasinya, menahan diri dari mengambil tindakan yang dapat menghalangi inisiatif ini dengan cara apapun sementara proses pengadilan sedang menunggu."

Penggagas ESL berpendapat proyek itu akan meningkatkan pendapatan bagi klub-klub top di Eropa dan memungkinkan mereka mendistribusikan lebih banyak uang ke sepak bola.

UEFA, klub lain, dan organisasi suporter mengatakan ESL hanya akan meningkatkan kekuatan dan kekayaan klub-klub elite. Juve, Madrid, dan Barca menyatakan siap untuk mempertimbangkan kembali pendekatan yang diusulkan dari proyek tersebut setelah mendapatkan reaksi negatif, tetapi mengatakan akan sangat tidak bertanggung jawab bagi mereka untuk meninggalkan proyek tersebut.

"Kami sepenuhnya menyadari keragaman reaksi terhadap inisiatif Liga Super dan akibatnya, kebutuhan untuk merefleksikan alasan beberapa dari mereka," tambah pernyataan ketiga klub itu. "Kami siap untuk mempertimbangkan kembali pendekatan yang diusulkan, bila diperlukan. Namun, kami akan sangat tak bertanggung jawab bila menyadari kebutuhan dan krisis sistemik di sektor sepak bola...kami meninggalkan misi seperti itu untuk memberikan jawaban yang efektif dan berkelanjutan atas pertanyaan eksistensial yang mengancam industri sepak bola."

Sembilan klub yang mundur dari Liga Super telah setuju untuk mengambil semua langkah untuk mengakhiri keterlibatan di proyek tersebut. Mereka telah dijatuhi hukuman finansial oleh UEFA dan telah setuju untuk memberikan kontribusi niat baik sebesar 15 juta euro atau sekitar Rp 257 miliar demi memberi manfaat bagi pemain muda dan sepak bola di seluruh Eropa.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA