Thursday, 7 Zulqaidah 1442 / 17 June 2021

Thursday, 7 Zulqaidah 1442 / 17 June 2021

Harga Ikan Bilih Naik Jadi Rp 80 Ribu di Pasar Raya Solok

Sabtu 08 May 2021 16:44 WIB

Red: Friska Yolandha

Seorang nelayan mencari ikan bilih di tepian Danau Singkarak, Nagari Sumpur, Kecamatan Batipuh Selatan, Kab.Tanah Datar, Sumbar, Ahad (3/6). Harga ikan ini mengalami kenaikan menjadi Rp 80.000 dari biasanya hanya Rp 60.000 per kilogram (kg) jelang Idul Fitri.

Seorang nelayan mencari ikan bilih di tepian Danau Singkarak, Nagari Sumpur, Kecamatan Batipuh Selatan, Kab.Tanah Datar, Sumbar, Ahad (3/6). Harga ikan ini mengalami kenaikan menjadi Rp 80.000 dari biasanya hanya Rp 60.000 per kilogram (kg) jelang Idul Fitri.

Foto: Antara/Iggoy el fitra
Tingginya harga ikan bilih disebabkan karena pasokannya yang mulai sulit didapatkan.

REPUBLIKA.CO.ID, SOLOK -- Ikan bilih (Mystacoleucus padangensis) merupakan ikan endemik Danau Singkarak yang berukuran sekitar 6-12 sentimeter. Harga ikan ini mengalami kenaikan menjadi Rp 80.000 dari biasanya hanya Rp 60.000 per kilogram (kg) jelang Idul Fitri.

"Kenaikan harga ikan bilih ini sudah berlangsung sejak awal Ramadhan 1442 Hijriah dan disebabkan karena keberadaannya yang mulai langka di sekitar Danau Singkarak," kata salah seorang pedagang ikan bilih Marianis (45) di Solok, Sabtu (8/5).

Selain itu, Marianis menyebutkan harga penjualan ikan bilih goreng juga naik menjadi Rp 300 ribu per kilogram dari harga biasanya hanya Rp 250 ribu per kilogram.

"Harga ikan bilih goreng memang mahal daripada ikan bilih mentah, karena ikan bilih goreng lebih ringan dari ikan bilih mentah," kata dia.

Marianis mengatakan saat ini ikan bilih sangat susah dicari, bahkan sekali menjala hanya mendapatkan tiga sampai empat ekor ikan saja. Sehingga nelayan sekarang ini banyak beralih profesi.

Pedagang lainnya Putri (30) mengatakan pada tiga tahun yang lalu, ia masih bisa melihat sekumpulan ikan bilih berenang-renang di Muara di dekat rumahnya, Nagari Muaro Pingai, Kacamatan Junjung Sirih, Kabupaten Solok, Sumbar. Putri menyebutkan biasanya selama Ramadhan penggorengan ikan bilih mencapai 200 kilogram untuk dijual secara daring memenuhi permintaan perantau.

"Namun persoalannya sekarang, permintaan banyak ikannya tidak ada," kata dia.

Ikan bilih biasanya dapat ditemui di selingkar Danau Singkarak, yang berada di dua kabupaten, yakni Kabupaten Solok dan Kabupaten Tanah Datar. Namun belakangan, ikan tersebut sudah semakin sulit didapat, tangkapan nelayan tinggal sedikit, dan harga jual pun melonjak.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA