Tuesday, 12 Zulqaidah 1442 / 22 June 2021

Tuesday, 12 Zulqaidah 1442 / 22 June 2021

Jakpro Beberkan Alasan 41 KK Kampung Bayam Masih Bertahan

Sabtu 08 May 2021 11:37 WIB

Rep: Flori Sidebang/ Red: Agus Yulianto

Warga terdampak proyek pembangunan Jakarta International Stadium (JIS) mengumpulkan benda yang masih bisa digunakan di kawasan Papanggo, Jakarta.

Warga terdampak proyek pembangunan Jakarta International Stadium (JIS) mengumpulkan benda yang masih bisa digunakan di kawasan Papanggo, Jakarta.

Foto: Republika/Putra M. Akbar
Dampaknya, pelaksanaan pengangkatan atap seberat 4 ribu ton jadi tertunda.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Jakarta Propertindo (Jakpro) menyebut, sebanyak 41 Kepala Keluarga (KK) hingga kini masih bertahan di Kampung Bayam, Jakarta Utara. Padahal, permukiman itu masuk dalam area pembangunan Jakarta Internasional Stadium (JIS).

Ketua Gugus Tugas Penataan Kawasan JIS Ni Wayan Anantasia mengatakan, penyebab 41 KK itu masih bertahan karena pembangunan hunian sementara (huntara) belum selesai. Adapun lokasi huntara tersebut berada di Jalan Tongkol, Pademangan, Jakarta Utara. 

"Ke-41 KK ini, berdasarkan informasi yang saya dapat di lapangan, mereka masih mengusahakan untuk penyelesaian bangunan hunian sementara (huntara) mereka di Jalan Tongkol," kata Anantasia saat ditemui di JIS, Jumat (7/5) malam.

"Nah, update-nya, mereka belum selesai melaksanakan pembangunan huntara-nya. Sehingga kami mau tidak mau harus menunggu penyelesaian huntara mereka jadi," imbuhnya.

Menurut dia, para warga pun berkomitmen untuk segera pindah dari Kampung Bayam setelah pembangunan huntara tersebut rampung. Hal ini, kata Anantasia, disampaikan oleh warga saat melakukan dialog dengan Jakpro. 

Sementara itu, dia menjelaskan, akibat masih adanya warga yang bertahan di sekitar area pembangunan JIS membuat proses pengangkatan atap harus ditunda. Dia menuturkan, penundaan ini dilakukan lantaran pihaknya memperhatikan keselamatan warga.

"Karena kalau dipaksakan itu tidak memungkinkan. Karena memang itu masih benar-benar ada di Kawasan JIS, dan itu sangat berbahaya sekali," jelas dia.

Anantasia mengatakan, sebelumnya pelaksanaan pengangkatan atap seberat 4 ribu ton itu dijadwalkan pada akhir April 2021 lalu. Namun, hal itu harus diundur hingga Juni 2021.

Adapun wilayah Kampung Bayam yang terdampak proyek pembangunan JIS terbagi menjadi tiga, yakni Blok A-1, Blok A-2, dan Blok A-3. Lokasi Blok A-1 membentang dari tengah hingga utara lapangan latih JIS.

Kemudian, Blok A-2 berada di Taman BMW hingga tengah stadion. Sedangkan Blok A-3 areanya mencakup dari lapangan latih hingga kolong tol Tanjung Priok.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA