Tuesday, 12 Zulqaidah 1442 / 22 June 2021

Tuesday, 12 Zulqaidah 1442 / 22 June 2021

Masjid Berusia 400 Tahun di Arab Saudi Kembali Terima Jamaah

Sabtu 08 May 2021 10:49 WIB

Rep: Zahrotul Oktaviani/ Red: Friska Yolandha

Masjid Al-Mudhafah

Masjid Al-Mudhafah

Foto: spa.gov.sa
Pemerintah Arab Saudi berupaya menjaga struktur asli masjid.

REPUBLIKA.CO.ID, BALASMER -- Masjid Al-Mudhafah memiliki nilai sejarah yang unik karena sudah berusia lebih dari 400 tahun. Masjid ini berlokasi di Balasmer di wilayah Asir, sekitar 55 km sebelah utara Abha, serta terletak di jalan yang menghubungkan kota Al-Baha dan Abha.

Masjid tersebut baru saja melalui proses renovasi keseluruhan, sebagai bagian dari Proyek Mohammed bin Salman untuk Renovasi Masjid Bersejarah di Kerajaan. Dalam proyek ini, 30 masjid di 10 wilayah akan dipulihkan dan direhabilitasi.

Baca Juga

Dilansir di Saudi Press Agency, Sabtu (8/5), sebagian atap masjid ini sempat runtuh sekitar 65 tahun yang lalu. Renovasi yang dilakukan adalah salah satu dari sedikit usaha untuk mempertahankan bentuk asli masjid.

Tak hanya itu, selama proses rehabilitasi, petugas berupaya untuk mempertimbangkan pentingnya menjaga struktur asli masjid.

Masjid ini juga kerap menjadi tempat berkumpulnya penduduk desa setempat, serta penduduk dari desa tetangga. Di salah satu sisinya terdapat wisma untuk menampung orang yang lewat dan tamu, di mana mereka disajikan makanan dan air dari pertanian yang diberkahi masjid.

Beberapa imam terkemuka pernah bertugas sebagai pengkhotbah dan pengajar di masjid ini. Termasuk di antaranya adalah Dhaif Allah Al-Ahmari, Hammoud bin Mohammed, Mohammed bin Mani` Al-Muqlab, Ali bin Abdullah dan Syekh Abu Ayoun al-Qahtani.

Tak hanya itu, beberapa mantan muazin paling terkemuka di masjid ini adalah Saeed bin Mohammed, Abdullah bin Ali, serta Saeed Mohammed Abu Hammad.

Selain sebagai tempat sholat dan ibadah, masjid memiliki peran sosial yang penting, dimana penghuninya biasa bertemu dan berdiskusi tentang urusan kehidupan sehari-hari dan mengatasi setiap masalah, maupun perselisihan rumah tangga.

Masjid ini dibangun di atas lahan seluas sekitar 325,7 meter persegi dan menampung hampir 108 jamaah. Masjid bersejarah ini memiliki konstruksi batu bergaya Sarat dengan atap yang terbuat dari kayu juniper.

Tiap-tiap bagian dari masjid ini terdiri dari ruang ibadah, halaman luar, tempat wudhu tua, serta ruang kecil untuk tamu yang disebut "Manzala". Ketinggian menara masjid persegi panjang ini mencapai 4,70 meter.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA