Saturday, 9 Zulqaidah 1442 / 19 June 2021

Saturday, 9 Zulqaidah 1442 / 19 June 2021

RI Terima Batch Ketiga Vaksin AstraZeneca

Sabtu 08 May 2021 10:27 WIB

Rep: Fergi Nadira/ Red: Friska Yolandha

Petugas dari Puskesmas Kecamatan Pulogadung menunjukan vaksin COVID-19 AstraZeneca di Balai Warga Rw 01 Pulogadung, Jakarta, Jumat (7/5). Indonesia kembali menerima vaksin AstraZeneca dari jalur multilateral atau Covax Facility AstraZeneca, Sabtu (8/5).

Petugas dari Puskesmas Kecamatan Pulogadung menunjukan vaksin COVID-19 AstraZeneca di Balai Warga Rw 01 Pulogadung, Jakarta, Jumat (7/5). Indonesia kembali menerima vaksin AstraZeneca dari jalur multilateral atau Covax Facility AstraZeneca, Sabtu (8/5).

Foto: Prayogi/Republika.
Jumlah vaksin AstraZeneca dalam bentuk vaksin jadi yang tiba sebanyak 1,38 juta dosis

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Indonesia kembali menerima vaksin AstraZeneca dari jalur multilateral atau Covax Facility AstraZeneca, Sabtu (8/5). Penerimaan ini merupakan batch ketiga sebanyak lebih dari satu juta dosis vaksin.

"Jumlah vaksin AstraZeneca dalam bentuk vaksin jadi yang tiba pada pagi ini adalah sebesar 1.389.600 dosis," ujar Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Retno Marsudi dalam pernyataan resminya, Sabtu.

Baca Juga

Sebelumnya pada Kamis (6/5) vaksin AstraZeneca sebanyak 55.300 telah diterima Indonesia. Menlu Retno mencatat jumlah vaksin batch tiga ini sebesar 1.444.900 dosis vaksin jadi AstraZeneca.

"Total keseluruhan vaksin AstraZeneca jadi yang kita terima dari fasilitas Covax hingga tiga batch ini yakni sejumlah 6.410.500," ujar Retno merinci.

Secara keseluruhan, Indonesia sudah mengamankan 75.910.500 dosis vaksin dari tiga perusahaan farmasi dunia. Melalui kerja sama bilateral, Indonesia mengamankan vaksin asal China, Sinovac sebesar 68.500.000 dosisi.

Sementara dari Sinopharm sebanyak 1.000.000 dosis vaksin, dan melalui fasilitas Covax atau gotong royong vaksin dunia sebanyak 6.410.500 dosis.

Menlu Retno mengatakan, Indonesia terus melakukan upaya untuk memenuhi komitmen kesetaraan akses vaksin bagi semua negara. Upaya tersebut dilakukan oleh Covax facility yang didukung GAVI, WHO, CPI, dan bermitra dengan UNICEF bagi pemenuhan kebutuhan vaksin setara bagi semua negara.

"Dari sejak awal pandemi secara konsisten, Indonesia terus menyuarakan akses vaksin yang setara bagi semua," tegas Menlu Retno.

Dalam hal ini, Retno menegaskan bahwa Indonesia mendukung penghapusan paten vaksin Covid-19. Hal ini guna mendorong kapasitas produksi dunia terhadap vaksin. "Ini adalah salah satu bentuk upaya kolaborasi dunia untuk meratakan jalan bagi akses vaksin yang setara bagi semua," tuturnya.

Pada 17 Mei mendatang pun COVAX AMC Engagement Group kembali akan bertemu untuk membahas situasi terkini upaya pemenuhan vaksin setara untuk semua negara. "Bersama dengan Menteri Kesehatan Ethiopia dan Menteri Pembangunan Internasional Kanada saya akan memimpin Pertemuan COVAX AMC Engagement Group tersebut," ujar Menlu.

Secara keseluruhan sejak pandemi menyebar ke seluruh wilayah dan dunia, sudah lebih dari 157 juta orang terinfeksi virus. Sedangkan angka kematian akibat Covid-19 mencapai lebih dari 3,2 juta jiwa.

Dalam laporan pekanan WHO mengenai situasi global Covid-19 pada 2 Mei, tercatat bahwa jumlah kasus global dalam dua pekan terakhir melebihi jumlah kasus selama enam bulan pertama pandemi. Kawasan Asia Tenggara yang dalam terminologi WHO terdiri dari negara India, Indonesia, Nepal, Bangladesh, Sri Lanka, Thailand, Maldives, Timor Leste, Myanmar dan Bhutan, mengalami kenaikan kasus tertinggi, yaitu 19 persen yang  dilihat dalam kurun waktu sepekan hingga 2 Mei 2021. Dengan kenaikan kasus baru ini, maka kasus baru Asia Tenggara merupakan 47 persen dari kasus baru dunia selama kurun waktu tersebut.

"Kita harus waspada. Saya ulangi setiap kali, bahwa setiap dari kita dapat menjadi bagian dari ikhtiar untuk mencegah peningkatan penyebaran Covid-19," ujar Menlu.

Menlu Retno juga mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk menyukseskan vaksinasi yang tengah dilakukan pemerintah. Selain itu, dia juga mengajak masyarakat untuk terus memenuhi protokol kesehatan.

"Jangan pernah kendor, mematuhi protokol kesehatan bukan saja untuk melindungi diri kita sendiri, namun juga melindungi orang-orang sekitar kita yang kita cintai," tuturnya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA