Sunday, 3 Zulqaidah 1442 / 13 June 2021

Sunday, 3 Zulqaidah 1442 / 13 June 2021

Beragam Cara yang Dilakukan Bank Indonesia Majukan Wakaf

Jumat 07 May 2021 20:18 WIB

Rep: Andrian Saputra/ Red: Nashih Nashrullah

Bank Indonesia gulirkan program wakaf produktif untuk dana umat. ilustrasi:sukuk

Bank Indonesia gulirkan program wakaf produktif untuk dana umat. ilustrasi:sukuk

Foto: Republika/Yogi Ardhi
Bank Indonesia gulirkan program wakaf produktif untuk dana umat

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Wakaf produktif telah terbukti mampu memajukan peradaban. Pada masa Rasulullah, wakaf produktif menjadi penggerak bagi kemajuan ekonomi dan kesejahteraan umat Muslim. 

Karena itu menurut Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo upaya untuk memobilisasi wakaf produktif harus semakin ditingkatkan. 

Baca Juga

"Bank Indonesia merasa bersyukur untuk terus  dapat berpartisipasi memobilisasi wakaf produktif demi untuk kesejahteraan umat dan perekonomian Islam. Terus kita upayakan ini, untuk komunikasi dan literasi mengenai wakaf produktif," kata Perry dalam Webinar Nasional Wakaf: Era Baru Perwakafan melalui Transformasi Digital dan Penguatan Ekosistem pada Jumat (7/5).

Perry mengatakan salah satu upaya pemerintah bekerjasama dengan Badan Wakaf Indonesia, Bank Indonesia, dan berbagai stakeholder terkait yang dilakukan dalam memobilisasi wakaf produktif adalah dengan diluncurkannya Cash Waqf Linked Sukuk serta penerbitan katalog wakaf produktif. Diharapkan dengan itu juga mendorong agar wakaf menjadi gaya hidup Muslim Indonesia untuk mendorong kesejahteraan.  

Lebih lanjut Perry mengungkapkan mobilisasi wakaf produktif telah dilakukan di internal BI. Saban tahunnya BI terus memobilisasi wakaf produktif di internal mulai dari pimpinan hingga seluruh karyawan BI.

Ia mengatakan mobilisasi wakaf produktif di internal BI yang telah memasuki tahun ketiga itu dinamai proyek investasi akhirat. Perry menjelaskan program ini dijalankan dengan didorong oleh budaya kerja berbasis spiritual di BI. 

Selain itu, ia mengatakan pada Ramadhan tahun ini... 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA