Monday, 4 Zulqaidah 1442 / 14 June 2021

Monday, 4 Zulqaidah 1442 / 14 June 2021

Istana Pastikan Presiden Tak Mudik ke Solo

Jumat 07 May 2021 19:25 WIB

Rep: Sapto Andika Candra/ Red: Nidia Zuraya

Presiden Joko Widodo.

Presiden Joko Widodo.

Foto: Antara/Puspa Perwitasari
Jokowi meminta kepala daerah agar terus mensosialisasikan kebijakan larangan mudik.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Istana Kepresidenan memastikan bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Ibu Negara Iriana Jokowi tidak akan mudik ke kampung halaman mereka, Solo, pada Lebaran pekan depan. Jokowi dan Iriana rencananya akan melewatkan perayaan Idul Fitri di Istana Kepresidenan Bogor. 

"Betul, tidak ke Solo," ujar Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono kepada Republika, Jumat (7/5). 

Baca Juga

Kendati begitu, Heru belum bisa memastikan di mana Presiden Jokowi dan Ibu Negara akan melaksanakan salat id saat Lebaran nanti. "Terkait sholat id menyusul ya," kata Heru singkat. 

Sebelumnya, Presiden Jokowi juga meminta kepala daerah se-Indonesia agar terus mensosialisasikan kebijakan larangan mudik pada hari raya Idul Fitri nanti. Selain itu, ia juga meminta agar daerah terus mengingatkan masyarakat untuk tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan.

Jokowi menyampaikan, berdasarkan survei yang dilakukan sebelum adanya kebijakan larangan mudik, ditemukan sebanyak 33 persen atau 89 juta penduduk Indonesia yang akan melakukan mudik. Namun saat kebijakan larangan mudik diberlakukan, angka tersebut menurun menjadi 11 persen atau 29 juta penduduk yang akan mudik.

Kemudian setelah sosialisasi larangan mudik terus digencarkan oleh daerah, jumlah masyarakat yang ingin mudik kembali menurun menjadi 7 persen atau sekitar 18,9 juta orang. 

"Harus disampaikan terus mengenai larangan mudik ini agar bisa berkurang lagi. Yang paling penting bagaimana kita menekankan sekali lagi mengenai disiplin yang ketat terhadap protokol kesehatan," kata Jokowi saat memberikan pengarahan kepada kepala daerah se-Indonesia di Istana Negara, Jakarta, Kamis (29/4).

Jokowi pun mengaku khawatir terhadap potensi terjadinya lonjakan kasus Covid-19 seperti di India saat periode libur panjang hari raya Idul Fitri nanti. 

Namun ia yakin, lonjakan kasus tak akan terjadi di Indonesia jika pemerintah daerah yang dibantu oleh Forkopimda dapat bergerak aktif mengatur dan mengendalikan masyarakat serta aktif mensosialisasikan pentingnya disiplin protokol kesehatan. 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA