Sunday, 3 Zulqaidah 1442 / 13 June 2021

Sunday, 3 Zulqaidah 1442 / 13 June 2021

1.500 Kendaraan Diputar Balik di Titik Sekat Arteri Bekasi

Jumat 07 May 2021 18:50 WIB

Red: Nidia Zuraya

Petugas memeriksa kendaraan pemudik. Ilustrasi

Petugas memeriksa kendaraan pemudik. Ilustrasi

Foto: ANTARA /M Ibnu Chazar
Larangan mudik berlaku mulai 6 hingga 17 Mei 2021.

REPUBLIKA.CO.ID, CIKARANG -- Sebanyak 1.500 kendaraan terindikasi hendak melakukan perjalanan mudik berhasil diputar balik di titik penyekatan jalur arteri dan alternatif Kabupaten Bekasi, Jawa Barat."1.500 kendaraan yang kami putar balik itu selama dua hari pertama pemberlakuan larangan mudik," kata Kapolres Metro Bekasi Komisaris Besar Hendra Gunawan di Cikarang, Jumat (7/5).

Dia mengatakan penindakan itu sesuai kebijakan pemerintah terkait larangan mudik mulai 6-17 Mei 2021. Seribuan kendaraan yang diputar balik itu tidak dapat menunjukkan persyaratan untuk dapat pergi ke luar daerah.

Baca Juga

"Mereka tidak dapat menunjukkan surat tugas maupun persyaratan lain untuk dapat melakukan perjalanan ke luar daerah. Kita putar balik ke tempat asal kecuali mereka yang sesuai kriteria dibolehkan melakukan perjalanan," katanya.

Hendra menyebut 135 kendaraan berhasil diputar balik pada Kamis (6/5) kemarin dengan rincian 112 kendaraan roda dua, 20 kendaraan roda empat pribadi, tiga unit kendaraan roda empat penumpang.

Sementara hari ini pihaknya memutar balik sebanyak 1.365 kendaraan antara lain 1.041 kendaraan roda dua, 318 kendaraan roda empat pribadi, serta enam unit kendaraan roda empat penumpang."Di luar itu ada enam unit kendaraan travel gelap yang terjaring kemarin sedangkan hari ini ada lima travel gelap yang kami amankan. Kendaraan yang diputar balik itu melintas jalan arteri dan alternatif wilayah Kabupaten Bekasi," katanya.

Titik sekat jalan arteri, kata dia, di antaranya Jalur Pantura Kedungwaringin, Jalan Cikarang-Cibarusah, dan Jalan Setu-Cileungsi sementara titik sekat jalur alternatif di Jembatan Cibeet, Jembatan Pebayuran, dan Jembatan Kaligandu."Titik penyekatan itu yang menjadi akses pemudik menuju ke wilayah Kabupaten Karawang, Cianjur, Bandung, Garut, Tasik, hingga Jawa Tengah dan Jawa Timur," kata Hendra.

Bupati Bekasi Eka Supria Atmaja meminta masyarakat mengerti dan memahami aturan larangan mudik lebaran sebagai upaya menekan angka penyebaran Covid-19."Tahun ini tahun kedua kita tidak bisa melaksanakan mudik karena kita masih dalam situasi pandemi. Mari bersama-sama membantu ikhtiar pemerintah dengan menahan diri untuk tidak mudik," kata Eka.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA