Thursday, 14 Zulqaidah 1442 / 24 June 2021

Thursday, 14 Zulqaidah 1442 / 24 June 2021

Virus Covid di Kapal dari India Belum Diketahui Jenisnya

Jumat 07 May 2021 17:14 WIB

Rep: Eko Widiyatno/ Red: Christiyaningsih

Sekda Kabupaten Cilacap Farid Maruf menjelaskan kondisi Kapal MV Hilma Bulker yang mengangkut gula rafinasi dari India dengan 13 ABK terdeteksi positif COVID-19, di Kantor Pemkab Cilacap, Jateng, Jumat (7/5/2021). Kapal MV Hilma Bulker berbendera Panama mengangkut gula rafinasi dari India dengan 20 ABK asal Philipina, yang 13 di antaranya terdeteksi positif COVID-19, saat ini menjalani perawatan di RSUD Cilacap, dan tujuh orang yang dinyatakan negatif COVID-19 menjalani karantina di atas kapal.

Sekda Kabupaten Cilacap Farid Maruf menjelaskan kondisi Kapal MV Hilma Bulker yang mengangkut gula rafinasi dari India dengan 13 ABK terdeteksi positif COVID-19, di Kantor Pemkab Cilacap, Jateng, Jumat (7/5/2021). Kapal MV Hilma Bulker berbendera Panama mengangkut gula rafinasi dari India dengan 20 ABK asal Philipina, yang 13 di antaranya terdeteksi positif COVID-19, saat ini menjalani perawatan di RSUD Cilacap, dan tujuh orang yang dinyatakan negatif COVID-19 menjalani karantina di atas kapal.

Foto: ANTARA/Idhad Zakaria
Sampel virus dikirim ke Kementerian Kesehatan untuk diperiksa di laboratorium

REPUBLIKA.CO.ID, BANYUMAS -- Dinas Kesehatan Cilacap belum bisa memastikan jenis virus Covid-19 yang ditemukan pada 13 awak kapal MV Hilma Bulker. Kepala Dinas Kesehatan Cilacap Pramesti Griana Dewi menyebut pihaknya sudah sudah mengambil sampel virus dan dikirim ke Kementerian Kesehatan untuk dilakukan pemeriksaan laboratorium.

"Tapi sampai sekarang kami belum menerima hasil pemeriksaan genome sequencing-nya," jelasnya, Jumat (7/5).

Pramesti mengakui kasus temuan awak kapal MV Hilma Bulker ini memang mendapat perhatian khusus karena kapal tersebut membawa gula rafinasi yang diangkut dari India. Sementara di India saat ini ditemukan jenis virus Covid-19 yang sudah bermutasi beberapa kali menjadi virus yang jauh lebih menular dan lebih ganas.

Meski demikian dia menyebutkan seluruh awak kapal dari kapal yang berbendera Panama ini tidak ada yang merupakan warga negara India. "Seluruhnya merupakan warga negara Filipina. Termasuk yang terjangkit Covid-19, seluruhnya merupakan warga negara Filipina," katanya.

Masyarakat Cilacap sebelumnya digegerkan dengan informasi adanya awak kapal dari India di Pelabuhan Cilacap ini yang terjangkit Covid-19. Mereka khawatir virus Covid-19 pada para awak kapal tersebut merupakan virus jenis ganas yang saat ini menyerang di India.

Terkait hal ini Pramesti menyatakan pihaknya telah melakukan tindakan dan langkah-langkah sesuai standar operasional prosedur (SOP). Dia menjelaskan 13 awak kapal yang terjangkit Covid-19 saat ini sudah dirawat di ruang isolasi RSUD Cilacap.
 
Sedangkan awal kapal lainnya yang tidak terjangkit Covid-19 tetap dilakukan isolasi di atas kapal mereka. "Meski pun mereka tidak terjangkit virus, mereka tetap diisolasi di atas kapal. Tidak boleh turun," katanya.

Mengenai kronologi kedatangan kapal tersebut, Pramesti menerangkan kapal tersebut tiba di perairan Teluk Penyu Cilacap pada 25 April 2021. Kapal yang diawaki 20 ABK berkewarganegaraan Filipina ini sebelumnya singgah di Kandla, pelabuhan di India yang berada di negara bagian Gujarat.

Sebelum mereka bongkar sauh di Pelabuhan Tanjung Intan Cilacap, Kantor Kesehatan Pelabuhan dan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Cilacap melakukan pemeriksaan pada awak kapal. Awalnya, hanya ditemukan tiga awak kapal yang terjangkit Covid-19. Namun setelah dilakukan tracing dan testing, ditemukan 13 awak kapal yang terjangkit Covid 19.

Pramesti juga menyebutkan dari 13 awak kapal yang saat ini dirawat di RSUD Cilacap, ada seorang yang penanganannya membutuhkan perhatian khusus. "Kondisi yang lain relatif baik. Tapi yang seorang membutuhkan perhatian khusus karena kondisinya masih tidak stabil," katanya.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA