Jumat 07 May 2021 15:02 WIB

Chef Arnold Rilis Buku Tentang Resep Hidup

Chef Arnold membukukan perjuangannya menjadi juru masak dalam sebuah buku.

Rep: Shelbi Asrianti/ Red: Nora Azizah
Chef Arnold membukukan perjuangannya menjadi juru masak dalam sebuah buku.
Foto: tangkapan layar
Chef Arnold membukukan perjuangannya menjadi juru masak dalam sebuah buku.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menyambut Idul Fitri, Falcon Publishing merilis 10 buku hasil karya dari 10 penulis. Dua di antaranya adalah Filosofi Endog karya Chef Arnold Poernomo, dan Kecebong Kaesayangan karya Sang Javas dan Kaesang Pangarep.

Delapan karya lain yakni Gadis Pramugari karya Annastasia  Anderson, Kekasih Semusim karya Dini Fitria, Nawaitu Cinta karya Natta Reza, Jodoh Sang Superstar karya Santy Diliana, dan Haru Mahameru karya Balakarsa.

Baca Juga

Ada juga Istri Kedua Gus karya Anisa Ae, Warkop  DKI Kartun, dan Si Juki Anak Kosan #1 karya Faza Meonk. Ada buku yang berwujud novel maupun komik, dengan gaya bercerita yang khas dari masing-masing penulis.

Editor Falcon Publishing, Rina, menyampaikan bahwa 10 buku itu menghibur dan memiliki nilai positif yang bisa dibagikan kepada pembaca. Salah satunya di dalam buku Chef Arnold yang berisi kisah perjuangan sang juru masak itu.

"Perjuangan Chef dari sejak sebelum namanya sebesar sekarang, Chef juga mengajarkan bahwa pentingnya kerja keras dan menikmati proses kerja keras itu untuk mencapai sesuatu yang besar," kata Rina lewat pernyataan resminya.

Chef Arnold menyatakan, buku Filosofi Endog : Resep Hidup Ala Chef Arnold ini bukan tentang resep makanan. Konten dalam buku adalah kumpulan tulisan Chef Arnold tentang hidup dan kerja keras dari sudut pandangnya. 

Proses pengerjaan buku memakan waktu hampir satu tahun dan memuat banyak sudut pandang tentang hidup dan kerja keras. Arnold juga mengungkap mengapa memilih judul "endog" yang dalam bahasa Jawa berarti telur.

"Karena telur itu basic sekali dan sangat multifungsi. Saya juga ingin berbagi tentang pentingnya persistensi dan kerja keras, karena di dunia yang serba instan ini  kadang orang suka lupa dengan proses," ungkap Arnold. 

Sementara, Kaesang Pangarep yang merupakan putra bungsu Presiden Joko Widodo berkolaborasi dengan Tim Sang Javas, menghadirkan komik Kecebong Kaesayangan. Komik bercerita tentang kehidupan kecebong di dasar kolam.

Kolam yang bernama Kolam Nusantara itu sangat unik karena ada ribuan kecebong yang turun-temurun hidup di sana. Mereka beraktivitas selayaknya kehidupan manusia. Cerita turut menyoroti keadaan yang sedang tidak baik saat ini.

Kecebong digunakan sebagai simbol, karena dianggap merupakan analogi metamorfosis katak, dari kecil sampai dewasa. Metamorfosis yang bermuara pada harapan untuk terus berproses dan tumbuh menjadi besar.

Dalam salah satu cerita, ada karakter kecebong yang suka menyebarkan hoaks. Digambarkan bagaimana akibat berita palsu itu memengaruhi ketenteraman Kolam Nusantara. "Makanya kalau bersosial media kita harus bertanggung jawab," ujar Kaesang.

Komik karya Kaesang dan seluruh buku yang terbit sudah bisa dipesan melalui program "Pre Order" yang dibuka hingga 10 Mei 2021. Ada program gratis ongkos kirim dan voucher gratis dua bulan berlangganan KlikFilm untuk setiap pembelian buku.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement