Tuesday, 12 Zulqaidah 1442 / 22 June 2021

Tuesday, 12 Zulqaidah 1442 / 22 June 2021

Mengapa Bersosialisasi Terasa Melelahkan Saat Ini?

Jumat 07 May 2021 06:11 WIB

Rep: Adysha Citra Ramadhani/ Red: Dwi Murdaningsih

Mengobrol (Ilustrasi)

Mengobrol (Ilustrasi)

Foto: Pexels
Pandemi Covid-19 dapat memicu kemampuan bersosialisasi tersebut menjadi kaku.

REPUBLIKA.CO.ID, Setelah banyak menghabiskan waktu di rumah saja selama satu tahun pandemi Covid-19, banyak orang mulai menyibukkan diri dengan aktivitas di luar ruangan. Salah satunya adalah bersosialisasi dengan teman-teman yang sudah lama tak dijumpai secara langsung.

Akan tetapi, sebagian orang mungkin mendapati bahwa mereka menjadi lebih mudah lelah setelah bersosialisasi. Stamina untuk bersosialisasi juga terasa lebih rendah dibandingkan dengan sebelum pandemi.

"Bila Anda merasakan kelelahan sosial (social exhaustion) pada saat ini, ingat bahwa itu sesuatu yang normal," jelas psikolog dan konsultan kesejahteraan Lee Chambers MSc MBPsS, seperti dilansir Metro.

Chambers mengatakan situasi tersebut bukan menunjukkan bahwa kemampuan bersosialisasi seseorang berkurang. Alasannya, kemampuan tersebut terbentuk sejak masa kanak-kanak.

Akan tetapi, situasi pandemi Covid-19 dapat memicu kemampuan bersosialisasi tersebut menjadi kaku atau usang. Mengatasi kekakuan ini, lanjut Chambers, membutuhkan cukup banyak energi.

Selain itu, Chambers juga mengatakan ada beberapa faktor yang dapat membuat seseorang mengalami social burnout di masa pandemi ini. Salah satunya adalah kecemasan yang timbul akibat situasi pandemi. Terlebih, kecemasan yang terjadi di sebagian belahan dunia sedang mengalami perburukan saat ini.

"Tekanan yang konstan terhadap hal ini dapat membuat kita mulai merasa bahwa kita sangat kelelahan," ungkap Chambers.

Kelelahan sosial dapat bermanifestasi dalam berbagai cara. Sebagian orang mungkin akan merasa sangat kelelahan, sebagian lain bisa menjadi lebih mudah marah, sedih, atua cemas. Kelelahan sosial juga bisa membuat seseorang merasa tak terhubung dengan teman-teman atau orang yang dicintai.

Bila menghadapi situasi tersebut, penting untuk segera mulai memulihkan diri. Hal ini bisa dilakukan dengan cara menganggap diri sendiri memiliki "baterai sosial" seperti layaknya ponsel.

"Di mana semakin cerah layar, semakin cepat kita kehilangan daya," papar Chambers.

Salah satu faktor yang berepran dalam mempertahankan "daya" ini adalah tidur yang cukup. Tidur berperan penting dalam menjaga keseimbangan emosional dan keseimbangan tersebut sangat penting dalam menikmati sosialisasi.

"Anda tidak perlu izin untuk pulang lebih awal atau melewatkan suatu momen demi menerapkan self care dan memprioritaskan kebutuhan Anda," jelas Chambers.

Di samping itu, Chambers menekankan bahwa inti dari menghindari kelelahan sosial adalah membuat keputusan positif bagi diri dan mendengarkan tubuh sendiri. Bersemangat dalam menentukan rencana dan kembali sibuk bertemu banyak orang memang menyenangkan.

Penting untuk mempertimbangkan beragam perubahan kebutuhan yang terjadi selama pandemi Covid-19. Tak masalah bila saat ini tubuh memerlukan lebih banyak waktu untuk berisitirahat dibandingkan sebelumnya.

"Ketahui bahwa energi Anda penting untuk menjadi versi terbaik diri Anda secara sosial dan personal," pungkas Chambers.

Dalam memilih kegiatan bersosialisasi, Chambers menekankan pentingnya kualitas dibandingkan dengan kuantitas. Oleh karena itu, tak ada salahnya untuk menjadi selektif dalam kegiatan bersosialisasi yang akan dilakukan di masa pandemi ini.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA