Wednesday, 13 Zulqaidah 1442 / 23 June 2021

Wednesday, 13 Zulqaidah 1442 / 23 June 2021

530 Rumah Warga Terdampak Seroja Dibangun di Kota Kupang

Kamis 06 May 2021 22:57 WIB

Red: Andi Nur Aminah

Warga membersihkan rumahnya dari lumpur akibat banjir bandang di Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT). Dalam waktu dekat, pemerintah akan membangun 530 rumah bagi korban yang rumahnya rusak akibat badai Seroja (ilustrasi)

Warga membersihkan rumahnya dari lumpur akibat banjir bandang di Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT). Dalam waktu dekat, pemerintah akan membangun 530 rumah bagi korban yang rumahnya rusak akibat badai Seroja (ilustrasi)

Foto: ADITYA PRADANA PUTRA/ANTARA
Rumah yang dibangun nantinya rumah tipe 36 dengan luas tanah 108 meter persegi.

REPUBLIKA.CO.ID, KUPANG -- Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumah Rakyat (PUPR) segera membangun 530 unit rumah bagi warga yang terdampak bencana alam badai siklon tropis Seroja di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur. "Tim dari Kementerian PUPR sudah turun dan melihat lokasi yang menjadi tempat relokasi bagi korban bencana alam badai siklon tropis seroja," kata Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore di Kupang, Kamis (6/5).

Dia mengatakan, rumah yang dibangun oleh pemerintah pusat itu sebanyak 530 unit dengan rumah tipe 36 dengan luas tanah 108 meter persegi. Jefri mengatakan tidak mengetahui secara persis alokasi anggaran untuk pembangunan 530 unit rumah karena hal itu menjadi urusan Kementerian PUPR.

Baca Juga

"Kami tidak mengetahui berapa alokasi anggarannya karena menjadi urusan pemerintah pusat. Pemerintah Kota Kupang hanya menyiapkan lokasinya saja." katanya.

Jefri mengatakan, Pemerintah Kota Kupang menyiapkan lahan seluas 12 hektare di Kampung Naituna RT20/RW 08, Kelurahan Manulai II, Kecamatan Alak sebagai tempat relokasi bagi warga terdampak bencana siklon tropis seroja. Menurut dia, lahan yang disiapkan untuk pembangunan 530 unit rumah itu seluas 10 hektare dari 12 hektare lebih tanah milik pemerintah Kota Kupang.

Ia berharap proses pembangunan 530 unit rumah itu segera dilakukan. Sehingga warga yang terdampak bencana alam dan rumahnya hilang setelah tertimpa longsor dan banjir bandang bisa segera menempati rumah yang dibangun pemerintah pusat itu.

 

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA