Menjaga Kesehatan Kulit Selama Berpuasa

Rep: Wahyu Suryana/ Red: Nora Azizah

 Kamis 06 May 2021 20:54 WIB

Puasa memberikan dampak pada kondisi kesehatan kulit. Foto: www.freepik.com. Puasa memberikan dampak pada kondisi kesehatan kulit.

Puasa memberikan dampak pada kondisi kesehatan kulit.

REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN -- Menjalankan ibadah puasa selama Ramadhan ternyata memberikan dampak bagi kondisi kesehatan kulit. Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia (FK UII), Dr Rosmelia mengatakan, ketika puasa regenerasi kulit cenderung lebih cepat.

Ia menerangkan, melalui ibadah puasa tubuh dapat menyeimbangkan metabolismenya dengan meningkatkan kadar antioksidan. Antioksidan akan menangkal radikal bebas yang menyebabkan peradangan kulit, nantinya akan terlihat lebih muda dan segar.

Baca Juga

Rosmelia menerangkan, berpuasa dapat membuat tubuh kita tidak mendapat asupan air. Berdasarkan aspek klinis akan menimbulkan keadaan dehidrasi atau kekurangan cairan dan keadaan tersebut akan timbulkan gejala seperti bibir kering dan kulit kering.

"Solusi yang bisa diterapkan dengan mencukupi kebutuhan air minimal 1,5 liter saat setelah buka puasa sampai sahur. Tapi, memang sulit karena biasanya minum dua atau tiga gelas saja kita sudah kenyang," kata Rosmelia, Kamis (6/5).

Memasuki pekan kedua Ramadhan, tubuh akan memasuki keadaan hipodehidrasi. Hal ini tidak berbahaya karena bentuk adaptasi metabolisme tubuh. Meskipun mungkin gejala hipodehidrasi tidak berefek signifikan ke organ lain, sangat terlihat bagi kulit.

Bagian kulit yang akan sangat berubah saat puasa biasanya bibir, telapak tangan dan telapak kaki. Untuk menjaga kesehatan kelembaban kulit tubuh bisa menggunakan lotion dan salah satu waktu terbaik penggunaan lotion lima menit setelah mandi.

"Tips lain menggunakan pelembab bibir. Jika pada hari-hari biasa kita menggunakan pelembab bibir sekitar dua kali sehari, maka saat puasa bisa menggunakannya empat kali sehari. Jangan lupa memilih produk yang halal," ujar Rosmelia.

Ia merasa, produk pelembab bibir tidak hanya penting digunakan kaum hawa, namun juga kaum adam guna menjaga kelembaban bibir. Solusi lainnya jika enggan pelembab bibir bisa minyak zaitun atau madu. Tapi, madu sebaiknya tidak dipakai saat puasa.

Mandi menggunakan air panas bisa membuat kulit makin kering. Jadi, perlu dihindari terutama untuk orang yang memang memiliki jenis kulit kering. Air panas melarutkan lemak di kulit, sehingga saat Ramadhan dianjurkan mandi memakai air dingin saja.

"Perbanyak air putih, usahakan tercukupi 1,5 liter. Gunakan pelembab bibir serta hindari mandi terlalu lama menggunakan air hangat," kata Rosmelia.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini

Berita Lainnya

Play Podcast X