Rabu 05 May 2021 08:28 WIB

Investor Jual Saham Apple hingga Facebook, Nasdaq Melemah

Nasdaq turun sebesar 1,88 persen atau terkoreksi hingga 261 poin ke level 13.633,50.

Rep: Retno Wulandhari/ Red: Friska Yolandha
Nasdaq
Nasdaq

REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK -- Bursa utama Wall Street cenderung mengalami penurunan pada perdagangan semalam, Selasa (4/5). Nasdaq berakhir melemah tajam karena investor beralih ke saham defensif di tengah kekhawatiran pada kenaikan suku bunga.

Investor meninggalkan saham perusahaan bernilai tinggi yang berkaitan dengan teknologi termasuk Microsoft, Alphabet, Apple, Amazon dan Facebook. Diantara saham-saham tersebut, Apple jatuh paling banyak sebesar 3,54 persen. 

"Ketika mengalami jeda atau kemunduran, orang cenderung keluar dari saham dengan pertumbuhan tinggi ke saham yang lebih defensif," kata wakil presiden perdagangan dan derivatif untuk Charles Schwab, Randy Frederick, dikutip Reuters, Rabu (5/5). 

Sementara itu, sektor material dan keuangan melanjutkan kenaikan yang terjadi sejak Senin. Masing-masing mengalami kenaikan sebesar satu persen dan 0,7 persen. Investor saat ini cenderung berinvestasi di sektor siklikal. 

Nasdaq turun sebesar 1,88 persen atau terkoreksi hingga 261 poin ke level 13.633,50. Sedangkan S&P 500 kehilangan 28 poin atau turun sebesar 0,67 persen menjadi 4.164,66. 

Sedangkan Dow Jones Industrial Average (DJIA) mengurangi kerugian dari perdagangan sebelumnya. DJIA ditutup sedikit lebih tinggi, naik 19,8 poin atau menguat 0,06 persen menjadi 34.133,03.

Komentar Menteri Keuangan Janet Yellen tentang potensi kebutuhan untuk kenaikan suku bunga semakin memperburuk aksi jual saham-saham teknologi. Investor khawatir suku bunga yang lebih tinggi akan membebani penilaian perusahaan yang sedang berkembang.

Stimulus fiskal, program vaksinasi, dan sikap akomodatif Federal Reserve telah mendorong pemulihan ekonomi AS yang kuat dan mendorong Wall Street ke rekor tertinggi tahun ini. Namun, beberapa dampak dari pemulihan tersebut turut berimbas ke pasar saham. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement