Wednesday, 25 Zulhijjah 1442 / 04 August 2021

Wednesday, 25 Zulhijjah 1442 / 04 August 2021

Terinspirasi Mohamed Salah, Ben Bird Peroleh Hidayah Islam

Rabu 05 May 2021 05:31 WIB

Rep: Umar Mukhtar/ Red: Agung Sasongko

Striker Liverpool Mohamed Salah merayakan setelah mencetak gol 2-1 selama pertandingan sepak bola leg pertama perempat final Liga Champions UEFA antara Real Madrid dan Liverpool FC yang diadakan di stadion Alfredo Di Stefano, di Madrid, Spanyol tengah, 6 April 2021.

Striker Liverpool Mohamed Salah merayakan setelah mencetak gol 2-1 selama pertandingan sepak bola leg pertama perempat final Liga Champions UEFA antara Real Madrid dan Liverpool FC yang diadakan di stadion Alfredo Di Stefano, di Madrid, Spanyol tengah, 6 April 2021.

Foto: EPA-EFE/Juanjo Martin
Ben Bird mengaku terinspirasi pribadi Mohamed Salah

REPUBLIKA.CO.ID,  LONDON -- Pesepak bola Liverpool asal Mesir, Mohamed Salah, telah memberikan pengaruh positif di Liga Primer Inggris. Dia telah menginspirasi salah seorang penggemar sepak bola Inggris yang menjadi pemegang tiket musiman di Nottingham Forest, Ben Bird.

"Mohamed Salah benar-benar menginspirasiku. Aku sendiri adalah pemegang tiket musiman Nottingham Forest. Aku bisa menjadi diriku sendiri karena aku menyatakan keyakinan bahwa aku Muslim. Aku tetaplah diriku, dan itulah yang bisa dipetik dari seorang Mohamed Salah. Saya ingin sekali bertemu dengannya, hanya untuk menjabat tangannya dan mengucapkan 'Cheers' atau 'Syukran'," kata Bird dalam artikelnya yang dimuat di laman The Guardian.

Baca Juga

Teman-teman Bird awalnya tidak terlalu percaya dia telah menjadi mualaf karena tidak ada yang berbeda dari sebelumnya. Namun, Bird merasa hatinya jauh lebih baik dan terus berupaya melakukan perubahan dalam dirinya, terutama pada hari pertandingan.

"Biasanya ke pub, bertaruh, lalu setelah pertandingan kembali ke pub dan sadar telah kehilangan banyak uang. Sulit bila sudah terbiasa dengan budaya seperti itu dan itu bagian dari sepak bola bagi banyak orang," tuturnya.

Bird dulunya menganggap Islam sebagai agama dan budaya dengan orang-orangnya yang terbelakang. "Mereka tidak terintegrasi dan ingin mengambil alih. Aku selalu memandang Muslim seperti gajah di ruangan dan saat itu aku membenci Muslim," ucapnya.

Baca juga : Semakin Banyak Mualaf di Selandia Baru

 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA