Saturday, 14 Zulhijjah 1442 / 24 July 2021

Saturday, 14 Zulhijjah 1442 / 24 July 2021

Ramadhan di Masa Pandemi Momentum Bangun SDM Unggul

Rabu 28 Apr 2021 15:09 WIB

Red: Karta Raharja Ucu

Ilustrasi Ramadhan

Ilustrasi Ramadhan

Foto: Pixabay
Puaa adalah jalan pintas mendongkrak kualitas ketaqwaan seorang ataupun umat Muslim.

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Hasanuddin Wahid, Sekretaris Jenderal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Anggota Komisi X DPR-RI

Ibadah puasa Ramadhan adalah salah satu syariah Islam yang mengandung nilai spiritual tinggi sekaligus memiliki dimensi sosial yang sangat luas. Puasa, bukanlah sekedar menahan diri dari makan dan minum sejak terbit matahari sampai terbenamnya.

Puasa mempunyai tujuan yang jauh dari pada itu, yaitu mendidik jiwa, membiasakan manusia mengalahkan hawa nafsu dan mengendalikan hawa nafsu, supaya menjadi manusia yang kuat dan sanggup mengatasi godaan atau kecenderungan hati untuk berbuat dosa, dan menghadapi segala sesuatu dengan penuh kesabaran.

Nilai spiritual yang tinggi
Ditilik dari aspek spiritual, puasa adalah jalan pintas untuk mendongkrak kualitas ketaqwaan seorang ataupun umat Muslim. Puasa adalah suatu proses yang dilakukan umat Muslim untuk menjadi manusia beriman dan bertaqwa secara sempurna (insan kamil).

Secara umum, puasa mempunyai tiga tingkatan yaitu puasa biasa, puasa khusus (khas) dan puasa sangat khusus (khawasul khawash). Puasa biasa adalah puasa yang dilakoni umat Muslim kebanyakan dalam bentuk menahan diri dari makan, minum dan hubungan biologis antara suami istri dalam jangka waktu tertentu.

Pada tingkat kedua adalah  puasa khusus. Puasa ini dilakoni dengan cara  menahan telinga, mata, lidah, tangan serta kaki dan juga anggota badan lainnya dari perbuatan maksiat. Sedangkan, pada tingkat ketiga, puasa sangat khusus (khawasul khawash) adalah puasa hati yang dihayati dengan cara menjaga hati dari lalai mengingat Allah SWT.

Selama sebulan penuh umat Muslim diminta tak hanya menahan lapar dan haus tetapi juga menjauhkan diri dari dosa. Selama puasa, umat Muslim diperintahkan untuk lebih menyadari kehadiran Allah dalam kehidupannya dan berusaha menjadi lebih fokus serta lebih banyak beribadah dibandingkan bulan-bulan lain. Dengan demikian, melalui ibadah puasa, umat Muslim berpeluang mengembangkan kehidupan spiritualnya dengan  memperkuat hubungannya dengan Allah SWT.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA