Tuesday, 1 Rabiul Awwal 1444 / 27 September 2022

Doa Agar Saat Meninggal Digolongkan Sebagai Orang Sholeh

Rabu 28 Apr 2021 03:48 WIB

Rep: Ali Yusuf/ Red: Muhammad Hafil

Doa Agar Saat Meninggal Digolongkan Sebagai Orang Sholeh. Foto: Berdoa. Ilustrasi

Doa Agar Saat Meninggal Digolongkan Sebagai Orang Sholeh. Foto: Berdoa. Ilustrasi

Foto: Abdan Syakura/Republika
Ulul Albab berdoa kepada Allah agar meninggal dan digolongkan sebagai orang sholeh.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Setiap jiwa yang bernyawa pasti akan mengalami kematian. Namun yang belum sipastikan adalah di mana tempat setelah kematiannya itu di neraka apa di surga.

Atas ketidakpastian itu para Ulul Albab (pemikir cerdas) memanjatkan doa agar diampuni dosa dan kesalahan serta ditempatkan bersama golongan orang baik. Doa ini diabadikan dalam surah Ali-Imrah ayat 193.

Baca Juga

رَبَّنَا فَاغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَكَفِّرْ عَنَّا سَيِّئَاتِنَا وَتَوَفَّنَا مَعَ الْأَبْرَارِ

Rabbana faghfirlana dzunubana wakaffir ‘anna sayyiatina watawaffana ma’al abrar.

Berdasarkan tarjamah tafsiriyah QS Ali Imran ayat 193 yang artinya. "Wahai Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa kami, maafkanlah kesalahan-kesalahan kami, dan matikanlah kami sebagai golongan orang-orang shalih."

"Saudaraku, para pemikir cerdas (ulul albab) setelah memenuhi panggilan keimanan maka mereka berdoa kepada Allah untuk diberikan ampunan terhadap kesalahan yang mereka perbuat," kata Ustaz Rafiq Jauhary saat menyampaikan tausiyah daringnya tentang doa-doa dalam Alquran, Selasa (27/4).

Menurut Utaz Rafiq Jauhary yang juga aktif sebagai pembimbing haji dan umroh ini mengatakan, doa ini tersampaikan berdasarkan hasil tafakkur bahwa Allah adalah Dzat yang memiliki kesempurnaan. Sedangkan manusia adalah makhluq yang banyak berbuat kesalahan sehari-harinya.

"Baik berupa kewajiban yang dilewatkan atau larangan yang dilanggarnya," katanya.

Tidak hanya sampai di sana, dalam tafsir Ruhul Ma'ani, Syaikh al-Alusi menjelaskan bahwa Ulul Albab juga berdoa dengan penuh tawadhu' agar dikumpulkan bersama dengan orang-orang shalih (abrar). Kalimat ini sangat kental dengan bahasa merendahkan hati.

"Karena mereka tidak secara langsung meminta untuk diwafatkan sebagai orang shalih (tawaffana abraran) melainkan dengan kalimat wafatkanlah kami bersama abrar," katanya.

Padahal kata Utaz Rafiq, sejatinya sama saja, orang yang dikumpulkan bersama abrar pastilah memiliki kedudukan sama di hadapan Allah. Mereka semua adalah penghuni surga yang tinggi bersama para Nabi, shiddiqin, shalihin dan syuhada.

Dalam akhir majelisnya Ustaz Rafiq berdoa semoga kita semua mendapat

ampunan atas dosa dan kesalahan. Serta mewafatkan kita sebagai golongan orang-orang shalih.

Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA