Thursday, 7 Jumadil Awwal 1444 / 01 December 2022

Bulog Stok 13 Ribu Ton Daging Kebutuhan Puasa Lebaran

Selasa 27 Apr 2021 05:54 WIB

Red: Hiru Muhammad

  Pekerja sedang melakukan bongkar muatan daging sapi impor di gudang Bulog, Jakarta, beberapa waktu lalu. (Republika/Tahta Aidilla)

Pekerja sedang melakukan bongkar muatan daging sapi impor di gudang Bulog, Jakarta, beberapa waktu lalu. (Republika/Tahta Aidilla)

Penjualan daging beku sudah melalui seleksi ketat guna menjamin keamanan pangan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Perum Bulog memiliki stok 13 ribu ton daging beku untuk kebutuhan masyarakat di bulan puasa hingga lebaran atau Hari Raya Idul Fitri yang dijual dengan harga murah yaitu mulai dari Rp 80 ribu per kilogram. 

Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso mengatakan di Jakarta, Senin (26/4), daging beku tersebut bisa didapatkan di 53 ribu jaringan penjualan produk-produk komersial Bulog di seluruh Indonesia."Kita dapat penugasan impor daging 80 ribu ton setahun, tapi tidak 80 ribu ton kita datangkan langsung. Yang sudah disiapkan untuk operasi pasar sebanyak 13 ribu ton untuk kebutuhan puasa dan Lebaran," kata Budi Waseso.

Daging impor itu merupakan daging kerbau yang didatangkan dari India beberapa waktu lalu. Daging kerbau beku tersebut juga dijual secara daring di toko official store iPanganandotcom di Shopee dengan harga Rp 84.999 sudah termasuk ongkos kirim untuk wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya, Bandung, Semarang, Yogyakarta dan Solo, Surabaya, Medan, dan Makassar.

Selain daging kerbau, Bulog juga menyiapkan daging sapi lokal yang dijual dengan harga Rp 90 ribu per kilogram di toko jaringan penjualan produk-produk komersial Bulog, atau seharga Rp99.999 yang dijual secara daring di tujuh kota Indonesia.

Dirut Bulog menekankan penjualan daging beku dengan harga murah dilakukan sebagai bentuk kehadiran negara melalui Perum Bulog dalam menjamin ketersediaan daging yang terjangkau untuk masyarakat. "Harganya masih jauh di bawah harga daging di pasar yang Rp130 ribu sampai Rp 140 ribu," kata dia.

Baca juga : Daging Ayam Hasil Rekayasa Laboratorium, Apakah Halal?

Budi Waseso atau yang akrab disapa Buwas memastikan bahwa daging impor beku sudah melalui seleksi ketat untuk menjamin keamanan pangan dan kehalalannya. Daging beku yang dibeli secara daring akan dikirim ke konsumen pada hari yang sama untuk menjaga kesegaran produk, atau dikirim keesokan harinya apabila pembeli memesan pada sore atau malam hari. 

Buwas juga memastikan daging yang diimpor dari India ini dilakukan sebelum kasus COVID-19 di India kembali meledak di negara tersebut beberapa hari belakangan. Bahkan, Buwas memutuskan untuk menunda impor daging selama kondisi kasus COVID-19 di India masih tinggi demi menjaga keamanan masyarakat Indonesia.

 

 

sumber : antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA