Wednesday, 6 Zulqaidah 1442 / 16 June 2021

Wednesday, 6 Zulqaidah 1442 / 16 June 2021

11 Pengungsi Rohingya di Kamp Meninggal Kena Covid

Rabu 21 Apr 2021 11:28 WIB

Rep: Fergi Nadira/ Red: Teguh Firmansyah

Suasana kamp pengungsi Rohingya Balukhali, Bangladesh,

Suasana kamp pengungsi Rohingya Balukhali, Bangladesh,

Foto: Altaf Qadri/AP
Setidaknya 507 pengungsi Rohingya terpapar virus tersebut.

REPUBLIKA.CO.ID, DHAKA -- Sekurangnya 11 pengungsi Rohingya di kamp Cox's Bazar of Bangladesh meninggal dunia karena infeksi Covid-19, Selasa (20/4) waktu setempat. Sementara itu 507 orang lainnya tertular penyakit tersebut.

Pejabat setempat mengatakan, bahwa kematian akibat virus Corona pertama juga dilaporkan di kamp pengungsi Teknaf Rohingya. Kamp itu merupakan salah satu dari dua kamp pengungsi utama di pantai tenggara Cox's Bazar.

Penanggung jawab kamp dan wakil sekretaris di Komisi Bantuan dan Pemulangan Pengungsi (RRRC), Md. Khalid Hossain mengatakan, seorang pria berusia 67 tahun sedang menjalani perawatan untuk penyakit yang berhubungan dengan jantung ketika dia tertular virus. Dia menjalani tes sebelum meninggal pada Ahad malam, dan terkonfirmasi Covid-19 sehari kemudian.

Ada lebih dari satu juta Rohingya saat ini berlindung di 34 kamp pengungsi di Cox's Bazar. Mereka melarikan diri dari negara tetangga Myanmar setelah penumpasan militer brutal pada 2017.

"Sebelumnya, setidaknya 10 Rohingya meninggal karena Covid-19 di kamp pengungsi Ukhiya, sementara 507 pengungsi dipastikan tertular penyakit itu sejak Maret 2020," kata Mohammad Shamsud Douza, pejabat senior RRRC dikutip laman Anadolu Agency, Rabu (21/4).

Pemerintah, badan-badan PBB, dan kelompok hak asasi lainnya telah bersama dengan memberikan fasilitas perawatan kesehatan bagi para pengungsi di kamp-kamp. "Kami secara teratur memantau dan memberikan dukungan tersebut, termasuk fasilitas pengujian sampel Covid-19 di kamp pengungsi," tutur Douza.

Menurut Kantor Ahli Bedah Sipil distrik, sebanyak 7.590 orang telah terinfeksi Covid-19, 89 pasien telah meninggal di Cox's Bazar. Bangladesh diisolasi hingga 28 April untuk melawan rekor peningkatan infeksi Covid-19.

Menurut kementerian kesehatan negara itu, sejauh ini Bangladesh telah melaporkan setidaknya 10.588 kematian akibat virus. Sementara kasus infeksi Covid-19 tercatat  727.780.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA