Positif Covid-19 di Bantul Bertambah 77 Menjadi 11.331 Orang

Red: Muhammad Fakhruddin

Positif Covid-19 di Bantul Bertambah 77 Menjadi 11.331 Orang (ilustrasi).
Positif Covid-19 di Bantul Bertambah 77 Menjadi 11.331 Orang (ilustrasi). | Foto: www.freepik.com

REPUBLIKA.CO.ID,BANTUL -- Kasus konfirmasi positif terpapar COVID-19 di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta dalam sehari terakhir bertambah 77 orang, sehingga total kasus terinfeksi virus corona tersebut, per hari Senin (19/4), menjadi 11.331 orang.

Satuan Tugas (Satgas) Penanggulangan COVID-19 Bantul dalam keterangan resmi, pada Senin malam, menyebutkan tambahan kasus baru tersebut di Kecamatan Sewon 12 orang, Kecamatan Banguntapan 12 orang, dan Kecamatan Bantul 10 orang. Selanjutnya dari Kecamatan Bambanglipuro, Pandak, dan Piyungan masing-masing delapan orang, dan dari Srandakan tujuh orang, sisanya dari Sedayu empat orang, Pleret tiga orang, serta dari Sanden, Kretek, Jetis, Imogiri dan Kasihan masing-masing satu orang.

Meski demikian dalam periode yang sama terdapat pasien yang sembuh dari COVID-19 sebanyak 61 orang dari Kecamatan Sewon 29 orang, kemudian Bambanglipuro delapan orang, Jetis lima orang, dan Imogiri lima orang, serta dari Bantul empat orang. Sisanya dari Pandak tiga orang, Banguntapan dua orang, kemudian dari Sanden, Kretek, Pajangan, Kasihan dan Sedayu masing-masing satu orang, dengan demikian total kasus pulih dari COVID-19 di Bantul secara akumulasi berjumlah 10.179 orang.

Sedangkan kasus positif COVID-19 yang meninggal dunia pada hari ini tercacat satu orang dari Kecamatan Kasihan, sehingga total kasus kematian di Bantul sampai saat ini sebanyaknya 307 orang. Dengan perkembangan kasus COVID-19 harian tersebut, maka data pasien COVID-19 aktif domisili Bantul yang masih menjalani isolasi di sejumlah selter maupun perawatan tenaga kesehatan di rumah sakit rujukan, per hari Senin, berjumlah 845 orang.

Sekretaris Daerah Bantul Helmi Jamharis mengingatkan pentingnya penerapan protokol kesehatan pencegahan COVID-19 dalam setiap kegiatan ibadah ataupun aktivitas sosial masyarakat selama bulan Ramadhan 1442 Hijriah. "Sudah menjadi rutinitas masyarakat jika bulan Ramadhan terjadi peningkatan mobilitas warga baik terkait ibadah maupun aktivitas sosial dan ekonomi, kondisi ini tentu saja harus disikapi secara bijak apalagi kita masih berada dalam masa pandemi COVID-19," katanya.

Oleh sebab itu, Pemkab mengajak masyarakat bersama memutus rantai penyebaran COVID-19 dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), dan 5M, yaitu memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan, serta mengurangi mobilitas.

sumber : ANTARA
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini

Terkait


Sandiaga: Pariwisata DKI Tumbuh 20 Persen Tahun Ini

Jokowi: Jangan Sepelekan Covid-19

PM Inggris Batalkan Kunjungi India

Belum Ada Laporan Perusahaan Bekasi yang Niat Cicil THR

Prokes Kendor, Kasus Covid-19 di Solo Kembali Naik

Republika Digital Ecosystem

Kontak Info

Republika Perwakilan DIY, Jawa Tengah & Jawa Timur. Jalan Perahu nomor 4 Kotabaru, Yogyakarta

Phone: +6274566028 (redaksi), +6274544972 (iklan & sirkulasi) , +6274541582 (fax),+628133426333 (layanan pelanggan)

yogya@republika.co.id

Ikuti

× Image
Light Dark