Angka Kasus Covid-19 di Solo Kembali Naik

Rep: Binti Sholikah/ Red: Andri Saubani

Petugas medis menyuntikkan vaksin Sinovac kepada penerima vaksin Covid-19 lansia di Rumah Sakit Gigi dan Mulut Soelastri, Solo, Jawa Tengah, Selasa (13/4/2021). Angka kasus Covid-19 di Solo dilaporkan kembali naik pada pekan ini. (ilustrasi)
Petugas medis menyuntikkan vaksin Sinovac kepada penerima vaksin Covid-19 lansia di Rumah Sakit Gigi dan Mulut Soelastri, Solo, Jawa Tengah, Selasa (13/4/2021). Angka kasus Covid-19 di Solo dilaporkan kembali naik pada pekan ini. (ilustrasi) | Foto: ANTARA/Maulana Surya

REPUBLIKA.CO.ID, SOLO -- Kasus penyebaran Covid-19 di Kota Solo kembali mengalami kenaikan dalam sepekan terakhir. Kenaikan itu disebabkan mobilitas masyarakat pada libur panjang akhir pekan awal bulan ini.

Berdasarkan data Satgas Penanganan Covid-19 Kota Solo, secara kumulatif jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 hingga 18 April 2021 mencapai 10.272 orang. Rinciannya, 9.544 otang dinyatakan sembuh/pulang, 173 orang isolasi mandiri, 54 pasien menjalani rawat inap, dan 501 orang meninggal dunia. Dalam sepekan terakhir terjadi penambahan 152 kasus, di mana pada 10 April 2021 jumlah kasus kumulatif sebanyak 10.120 orang.

Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo, Siti Wahyuningsih, mengatakan, penambahan kasus tersebut dipengaruhi beberapa sebab. Faktor utamanya, masyarakat mulai abai terhadap protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

"Kelihatannya libur Jumat, Sabtu-Minggu awal bulan ini berpengaruh. Ini yang harus hati-hati, apalagi saat mudik Lebaran," kata Siti kepada wartawan di Balai Kota Solo, Senin (19/4).

Baca Juga

Siti menambahkan, dengan adanya pelonggaran kegiatan masyarakat, maka perekonomian dan kesehatan harus jalan beriringan. Konsekuensinya, masyarakat harus disiplin menerapkan protokol kesehatan.

"Dengan adanya kerumunan-kerumunan ini, seperti buka bersama, tarawih bareng, kan potensi. Makanya protokol kesehatan ini benar-benar diterapkan, ini tanggung jawab kita semuanya untuk melindungi diri sendiri dan orang lain," terang Siti.

Ketua Pelaksana Satgas Penanganan Covid-19 Kota Solo, Ahyani, mengatakan, dalam sepekan terakhir angka penambahan kasus trennya naik meskipun tidak besar.

"Faktornya karena tracing dan mungkin juga tertular dari yang kemarin, kan namanya wabah kayak MLM, satu menulari lebih banyak," ucap Ahyani.

Ahyani menyebut, sumber penularan saat ini berasal dari klaster keluarga. Selain itu, bisa juga keluarga dalam kota berkunjung ke keluarga yang lain atau berkontak dengan komunitas lain. "Sekarang interaksinya sudah tidak karuan, di jalan di tempat umum sudah banyak yang abai," ungkap Ahyani.

Sementara itu, Kepala Satpol PP Kota Solo, Arif Darmawan, mengatakan, berdasarkan pengawasan yang dilakukan personel Satpol PP, masyarakat semakin abai terhadap protokol kesehatan. Berbeda dengan sebelum vaksinasi Covid-19 masyarakat lebih peduli terhadap protokol kesehatan.

"Artinya sekarang sudah ada vaksin kehidupan sudah biasa, mereka menganggap sudah tidak perlu. Ini menjadi tugas bagi semuanya untuk tetap menyosialisasikan bahwa pandemi belum berlalu," papar Arif.

photo

Ilustrasi mudik dilarang. - (mudik dilarang, penyekatan mudik, mudik,)

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini

Terkait


Hasil Studi di Chile Menjawab Keraguan Dunia Atas Sinovac

Osaka Minta Pemerintah Jepang Terapkan Darurat Covid

Hong Kong Larang Maskapai dari India, Pakistan, dan Filipina

Direktur RSPAD: Penelitian Sel Dendritik Ikuti Kaidah Ilmiah

Ini Gejala Pembekuan Darah Setelah Vaksinasi Covid-19

Republika Digital Ecosystem

Kontak Info

Republika Perwakilan DIY, Jawa Tengah & Jawa Timur. Jalan Perahu nomor 4 Kotabaru, Yogyakarta

Phone: +6274566028 (redaksi), +6274544972 (iklan & sirkulasi) , +6274541582 (fax),+628133426333 (layanan pelanggan)

yogya@republika.co.id

Ikuti

× Image
Light Dark