Saturday, 21 Zulhijjah 1442 / 31 July 2021

Saturday, 21 Zulhijjah 1442 / 31 July 2021

Ekonomi Syariah Diyakini Jadi Solusi Resesi Ekonomi

Sabtu 17 Apr 2021 22:40 WIB

Rep: Dedy Darmawan Nasution/ Red: Dwi Murdaningsih

Ekonomi syariah (ilustrasi)

Ekonomi syariah (ilustrasi)

Foto: Islamitijara.com
Kegiatan ekonomi syariah terus digencarkan meski sedang pandemi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ekonomi syariah diyakini menjadi kunci sekaligus jalan bagi Indonesia untuk keluar dari resesi ekonomi. Karena itu, di tengah masa pandemi, kegiatan dan pengembangan ekonomi syariah di setiap lini harus terus digerakkan.

Ketua Umum Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) DKI Jakarta, Tito Maulana, mengatakan MES akan bekerja sama dengan berbagai pihak untuk terus merawat ekonomi syariah di ibu kota. Diperlukan inovasi dalam berbisnis serta kolaborasi antar pengusaha untuk menggairahkan ekonomi syariah.

"UMKM paling terdampak akibat pandemi dan lebih dari dua juta lapangan pekerjaan hilang. Ekonomi syariah kunci dan jalan keluar dari resesi," kata Tito dalam Pelantikan Pengurus MES DKI Jakarta, Sabtu (17/4).

Tito mengatakan, salah satu wujud dari kegiatan ekonomi syariah yakni produk halal. MES, kata Tito, harus terus menampilkan produk-produk halal terbaik untuk bisa dipercaya oleh konsumen.

"Ada 1,5 miliar manusia di pasar halal, Indonesia berpotensi menjadi the biggest player," ujarnya.

Salah satu langkah konkret yang dilakukan MES DKI Jakarta, lanjut Tito, dengan mendirikan marketplace Pasar Syariah atau Pasyar. Ia mengatakan, Pasyar terbentuk dari banyak komunitas-komunitas hijrah di ibu kota. Mereka saling menyatukan visi misi bersama MES DKI Jakarta dan menjadi bagian dari kelompok masyarakat yang peduli akan potensi ekonomi umat.

Pihaknya juga meyakini marketplace tersebut nantinya akan menjadi jalan untuk bisa melakukan ekspor produk-produk industri syariah dan mampu menjadi roda penggerak ekonomi syariah di Jakarta.

"Dengan izin Allah ini ekonomi syariah akan jadi roda penggerak ekonomi dan membantu mewujudkan ekonomi berkeadilan serta akses permodalan," katanya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA