Tuesday, 5 Zulqaidah 1442 / 15 June 2021

Tuesday, 5 Zulqaidah 1442 / 15 June 2021

Apple Music Naikkan Tarif Royalti Musik Per Streaming

Sabtu 17 Apr 2021 17:53 WIB

Rep: Gumanti Awaliyah/ Red: Dwi Murdaningsih

Apple Music. Ilustrasi

Apple Music. Ilustrasi

Foto: Mashable
Apple Music mengumumkan akan membayar royalti dua kali lipat dari Spotify.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Apple Music mengumumkan akan membayar royalti dua kali lipat dari Spotify per streaming. Hal itu diumumkan lewat surat resmi yang dikirim Apple Music kepada artis dan label musik.

Menurut angka dari tahun lalu, di Amerika Serikat Spotify membayar rata-rata 0,00437 dolar AS per streaming. Sementara Apple Music membayar rata-rata 0,00735 per streaming.

Dalam surat yang dikirim ke label dan artis, Apple Music mengatakan bahwa saat ini mereka akan membayar rata-rata satu sen dolar AS per streaming. Namun, Apple menambahkan bahwa tarif tersebut akan bervariasi sesuai dengan paket langganan setiap negara.

"Saat diskusi tentang royalti streaming terus berlanjut, kami rasa penting untuk berbagi value kami. Kami tidak akan membayar setiap kreator dengan tarif yang sama, setiap streaming itu memiliki nilai," kata Apple dalam pernyataannya seperti dilansir dari NME, Sabtu (17/4).

Surat itu menambahkan bahwa 52 persen dari pendapatan langganan akan dibayarkan ke label rekaman. Apple Music mengonfirmasi basis langganannya mencapai 60 juta pengguna pada Juni 2019, tetapi diperkirakan jumlah itu sekarang telah meningkat menjadi sekitar 72 juta.

Di sisi lain, Spotify memiliki 155 juta pelanggan berbayar dan total 345 juta pengguna. Bulan lalu platform tersebut meluncurkan situs web baru bernama Loud & Clear, yang dirancang untuk meningkatkan transparansi tentang cara membayar artis.

Namun, artis dan anggota industri musik mengkritik situs web yang digagas Spotify, dengan mengatakan bahwa situs tersebut tidak memberikan jawaban yang mereka minta dari Spotify.

"Musisi menuntut satu sen USD per streaming dari @Spotify dan sebagai gantinya mereka membuat beberapa situs web berbelit-belit untuk mencoba menarik perhatian musisi agar berpikir bahwa itu salah mereka," tweet Zola Jesus pada saat itu.

Tahun lalu, musisi AS juga menyampaikan protes kepada anggota parlemen bahwa pembayaran streaming mengancam masa depan musik.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA