Tuesday, 5 Zulqaidah 1442 / 15 June 2021

Tuesday, 5 Zulqaidah 1442 / 15 June 2021

Kasus Covid-19 tak Turun, Yogyakarta Perkuat Pengawasan

Jumat 16 Apr 2021 15:04 WIB

Rep: Silvy Dian Setiawan/ Red: Bilal Ramadhan

Warga membeli makanan untuk berbuka puasa di Kampung Ramadan Jogokariyan, Mantrijeron, Yogyakarta, Rabu (13/4/2021). Selama pandemi COVID-19 pasar takjil Kampung Ramadan Jogokariyan digelar dengan tetap menjaga jarak antar penjual serta dilakukan tes cepat GeNose C19 bagi penjual.

Warga membeli makanan untuk berbuka puasa di Kampung Ramadan Jogokariyan, Mantrijeron, Yogyakarta, Rabu (13/4/2021). Selama pandemi COVID-19 pasar takjil Kampung Ramadan Jogokariyan digelar dengan tetap menjaga jarak antar penjual serta dilakukan tes cepat GeNose C19 bagi penjual.

Foto: Antara/Hendra Nurdiyansyah
Penyebab kasus Covid stagnan karena masih adanya kontak erat di lingkungan keluarga.

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta memperkuat pengawasan pelaksanaan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 di tingkat RT/RW. Hal ini dilakukan mengingat kasus Covid-19 masih belum menunjukkan penurunan di Kota Yogyakarta.

Wakil Wali Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi mengatakan, kasus positif Covid-19 tidak menunjukkan penurunan dan juga tidak menunjukkan kenaikan signifikan. Artinya, kata Heroe, kasus positif di Kota Yogyakarta naik turun dalam jumlah yang stabil.

Pemkot Yogyakarta mencatat, hal ini sudah terjadi selama kurang lebih sembilan pekan terakhir. Setidaknya, tambahan kasus baru positif Covid-19 di Kota Yogyakarta per pekannya mencapai sekitar 150 kasus.

"Sudah selama sembilan pekan ini kasus di kota Yogya tidak naik dan tidak turun. Maka saat ini kita akan perkuat pada monitoring di RT/RW, monitoring potensi terjadinya kerumunan dan aktivitas di masyarakat," kata Heroe.

Ia menyebut, penyebab kasus tidak naik dan tidak turun karena masih adanya kontak erat di lingkungan keluarga. Namun, virus dibawa dari kantor ke lingkungan rumah dan adanya kontak erat dengan orang lain yang merupakan pelaku perjalanan luar daerah.

"Sebab, interaksi anggota keluarga dengan orang lain yang ari perjalanan atau di tempat yang (seperti perkantoran) potensi sebaran, itulah yang membawa virus ke dalam rumah," ujarnya.

Untuk itu, Heroe menegaskan agar setiap anggota keluarga yang sudah melakukan perjalanan harus menjalankan protokol kesehatan dengan lebih ketat. Sebab, penyebaran Covid-19 di Kota Yogyakarta saat ini didominasi di lingkungan keluarga.

"Semakin sering interaksi dengan banyak orang, maka harus semakin mengurangi interaksi erat dengan keluarga, atau di rumah jalankan protokol kesehatan dengan ketat," jelas Heroe.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA