Friday, 8 Zulqaidah 1442 / 18 June 2021

Friday, 8 Zulqaidah 1442 / 18 June 2021

Pfizer Ungkap Peluang Suntikan Ketiga Vaksin Covid-19

Jumat 16 Apr 2021 13:04 WIB

Rep: Rizky Suryarandika/ Red: Dwi Murdaningsih

 Seorang pekerja medis menerima dosis vaksin Pfizer BioNTech COVID-19 di pusat vaksinasi National Medical Center di Seoul Sabtu, 27 Februari 2021. Korea Selatan mulai memvaksinasi puluhan ribu pekerja di rumah sakit garis depan pada hari kedua program imunisasi masalnya.

Seorang pekerja medis menerima dosis vaksin Pfizer BioNTech COVID-19 di pusat vaksinasi National Medical Center di Seoul Sabtu, 27 Februari 2021. Korea Selatan mulai memvaksinasi puluhan ribu pekerja di rumah sakit garis depan pada hari kedua program imunisasi masalnya.

Foto: Song Kyung-Seok / Pool via AP
CEO Pfizer ungkap kemungkinan vaksinasi tahunan terhadap virus corona.

REPUBLIKA.CO.ID, NEWYORK -- CEO Pfizer Albert Bourla mengungkapkan kemungkinan dosis ketiga dari vaksin Covid-19 perusahaannya. Suntikan ketiga Pfizer berpeluang diberikan dalam satu tahun setelah vaksinasi kedua.

Bourla menyampaikan, vaksinasi tahunan terhadap virus corona mungkin diperlukan. Dengan begitu, penyuntikan vaksin tak berhenti setelah yang kedua kalinya.

"Kami perlu melihat apa urutannya, dan seberapa sering kami perlu melakukan itu, itu masih harus dilihat," kata Bourla dilansir dari wionews pada Jumat (16/4).

"Skenario yang mungkin terjadi adalah kemungkinan akan ada kebutuhan untuk dosis ketiga, antara enam dan 12 bulan dan kemudian dari sana, akan ada vaksinasi ulang tahunan, tetapi semua itu perlu dikonfirmasi," lanjut Bourla.

Bourla menekankan bahwa varian Covid-19 menjadi alasan perlunya suntikan vaksin lebih dari standar sebanyak dua kali yang berlaku saat ini. Diantara varian yang sudah muncul ialah jenis Afrika Selatan dan Inggris.

"Sangat penting untuk mengurangi kumpulan orang yang rentan terhadap virus," ujar Bourla.

Para peneliti saat ini belum mengetahui berapa lama vaksin memberikan perlindungan terhadap virus corona. Pfizer menerbitkan sebuah penelitian awal bulan ini yang mengatakan suntikannya lebih dari 91 persen efektif untuk melindungi dari virus corona. Selanjutnya, lebih dari 95 persen efektif melawan kasus parah Covid-19 hingga enam bulan setelah dosis kedua.

Baca juga : Iran Beli 60 Juta Dosis Vaksin Covid-19 dari Rusia

Tetapi para peneliti mengatakan lebih banyak data diperlukan untuk menentukan apakah perlindungan bertahan setelah enam bulan.

David Kessler selaku kepala tim tanggapan Covid-19 Presiden AS Joe Biden, memperingatkan komite kongres bahwa orang Amerika harus menerima suntikan penguat untuk mempertahankan diri dari varian virus corona. Ia menyampaikan informasi soal Covid-19 masih terus dikembangkan.

"Kami sedang mempelajari ketahanan respon antibodi. Kelihatannya kuat tetapi ada beberapa yang memudar dan tidak diragukan lagi tantangan varian," ucap Kessler.

Kessler mendukung rencana suntikan vaksin COVID-19 lebih dari dua kali.
"Saya pikir untuk tujuan perencanaan, tujuan perencanaan saja, saya pikir kita harus berharap bahwa kita mungkin harus meningkatkan jumlah suntikan," kata Kessler

Vaksin Pfizer, yang dikembangkan dalam kemitraan dengan perusahaan Jerman BioNTech, saat ini memainkan peran utama dalam kampanye vaksinasi di Amerika dan Eropa. Raksasa farmasi itu mengumumkan pada Februari bahwa mereka sedang menguji dosis ketiga dari vaksinnya untuk memerangi varian yang muncul dengan lebih baik.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA