Monday, 4 Zulqaidah 1442 / 14 June 2021

Monday, 4 Zulqaidah 1442 / 14 June 2021

Polri: Kondisi Beoga Kembali Normal

Jumat 16 Apr 2021 10:51 WIB

Red: Agus raharjo

Petugas kepolisian menyita sejumlah atribut dan senjata tajam ketika membongkar Markas Komite Nasional Papua Barat (KNPB) di Timika, Papua, Senin (14/10/2019). (Ilustrasi)

Petugas kepolisian menyita sejumlah atribut dan senjata tajam ketika membongkar Markas Komite Nasional Papua Barat (KNPB) di Timika, Papua, Senin (14/10/2019). (Ilustrasi)

Foto: SEVIANTO PAKIDING/ANTARA FOTO
Satgas Nemangkawi mengeklaim tak ada warga yang mengungsi dari Beoga.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Kepala Satgas Humas Operasi Nemangkawi Kombes Pol Iqbal Alquddussy mengatakan kondisi terkini di Distrik Beoga, Kabupaten Puncak, Papua, kembali normal, Jumat (16/4). Keadaan sudah pulih setelah insiden penembakan dan pembakaran sejumlah fasilitas oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).

"Masyarakat sudah beraktivitas seperti biasa. Mama-mama sudah berjualan di pasar," kata Kombes Iqbal dalam keterangan tertulis diterima di Jakarta, Jumat (16/4).

Baca Juga

Menurut Iqbal, warga Beoga kembali beraktivitas normal, begitu juga dengan transportasi umum telah beroperasi, termasuk penerbangan di Bandara Aminggaru, Ilaga. "Pesawat sudah empat kali terbang hari ini," kata Iqbal.

Terkait aktitivitas pengungsian, menurut Iqbal, tidak ada warga yang mengungsi. Fakta di lapangan memang ada warga yang turun ke Timika untuk mencari bahan makanan serta mengunjungi sanak saudaranya. "Kalau ada yang sebut warga mengungsi faktanya tidak ada. Adapun masyarakat yang turun ke Timika mencari bahan makanan, berkunjung ke keluarga dan sebagainya," kata Iqbal.

Ia menambahkan TNI-Polri telah mempertebal keamanan dengan menurunkan pasukan di Beoga. Fokus utamanya adalah menjamin keamanan warga. "TNI-Polri hadir untuk menjamin keamanan, melindungi aktivitas masyarakat. Patut disyukuri, anak-anak sudah kembali bermain," kata Iqbal.

Dalam sepekan terakhir KKB melakukan aksis teror menembaki warga sipil serta merusak sarana pendidikan dan membakar sebuah helikopter di Bandara Aminggaru, Ilaga, Papua. Kamis (8/4) KKB menembak seorang guru bernama Oktavianus Rayo (42) dan Jumatnya (9/4) seorang guru bernama Yonathan Rande (30) juga tewas ditembak.

KKB menggunakan modus lama menembak warga sipil pendatang yang dianggap sebagai mata-mata. Dalam aksi tersebut, KKB juga membakar sedikitnya tiga unit sekolah, mulai dari SD, SMP hingga SMA. Serta membakar rumah Wakil Ketua DPRD Papua. Teror KKB kembali berlanjut Ahad (11/4), membakar helikopter jenis Cooper yang sedang terparkir di Bandara Aminggaru Ilaga, Kabupaten Puncak, Papua.

Rabu (14/4) KKB kembali melakukan tindak kekerasan menembak seorang pengemudi ojek di Eromaga, Distrik Omikia, Kabupaten Puncak, Papua. Untungnya helikopter milik PT Ersa Air dalam kondisi rusak sedang dalam perbaikan. Aparat keamanan telah mengindentifikasi kelompok KKB yang melakukan tindakan kriminal di antaranya, Prenggen Telenggen, Abu Bakar Kogoya, Lermayu Telenggen dan Numbuk Telenggen. Anggota TNI-Polri terus memburu kelompok tersebut dan memberikan tindakan tegas terhadap pelaku tindak kejahatan di Beoga dan Ilaga, Papua.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA