Monday, 16 Zulhijjah 1442 / 26 July 2021

Monday, 16 Zulhijjah 1442 / 26 July 2021

Banjir di Cipinang Melayu, Wagub: Sudah Kami Antisipasi

Kamis 15 Apr 2021 17:45 WIB

Rep: Flori Sidebang/ Red: Ratna Puspita

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria

Foto: Republika/Flori Sidebang
Beberapa wilayah di Jakarta memang kondisi geografisnya cenderung lebih rendah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah melakukan berbagai upaya untuk mengantisipasi terjadinya banjir di wilayah Ibu Kota. Sebab, Ariza mengatakan, berdasarkan perkiraan cuaca yang dikeluarkan oleh BMKG, dalam beberapa hari kedepan curah hujan di Jakarta cukup tinggi dan berpotensi menimbulkan genangan air di sejumlah titik. 

"Itu sudah kita antisipasi, petugas kami, jajaran kami dari pemprov, BPBD, semua sudah bersiap menyiapkan upaya-upaya early warning system, memberitahukan, sosialisasi, menyiapkan semua perangkat pendukung dalam rangka pencegahan, pengurangan, mitigasi dan sebagainya," kata Ariza di Balai Kota Jakarta, Kamis (15/4).

Baca Juga

Di sisi lain, Ariza menjelaskan, beberapa wilayah di Jakarta memang kondisi geografisnya cenderung lebih rendah. Salah satunya adalah Cipinang Melayu, Jakarta Timur. Karena itu, ia menilai, saat curah hujan tinggi, maka akan menimbulkan banjir di wilayah tersebut. 

"Cipinang Melayu ini kan memang beda. Di Jakarta ini kan konturnya memang di bawah permukaan laut, termasuk Cipinang," ujarnya. 

Ariza mengungkapkan, kondisi itu disebabkan adanya pengerukan tanah besar-besaran pada saat dahulu untuk membangun kawasan Gelora Bung Karno (GBK). Akibatnya, lahan yang dikeruk itu menjadi lebih rendah dan membentuk suatu kubangan. 

"Sekarang kubangan itu karena sulitnya lahan oleh warga dijadikan permukiman. Kalau hujan ya banjir," tutur Ariza. 

Kendati demikian, sambung dia, jajarannya akan mencari solusi terbaik untuk menangani banjir di wilayah yang kontur tanahnya cenderung lebih rendah. Menurutnya, salah satu solusi itu adalah dengan membangun rusunami maupun rusunawa. 

"Akan ada solusi. Nanti dari Dinas Sumber Daya Air mencarikan solusi terbaik terkait titik-titik yang memang jadi kubangan dan jadi permukiman dan memang sangat rendah. Di antaranya konsep yang sudah pernah kami sampaikan, di situ nanti harus dibangun rusunawa, rusunami, sehingga bawahnya kosong," ungkap Ariza. 

Sebelumnya diberitakan, banjir kembali merendam permukiman warga di Cipinang Melayu, Jakarta Timur, akibat luapan Kali Sunter, pada Rabu (14/4) hingga Kamis (15/4) pagi.Menurut salah satu petugas PPSU Cipinang Melayu, Agus, banjir yang merendam permukiman itu terjadi karena intensitas hujan tinggi sejak kemarin sore yang mengakibatkan Kali Sunter meluap.

"Akibat hujan di hulu. Sekarang sudah mulai penyurutan," kata Agus di Jakarta, Kamis.

Menurut salah satu warga terdampak banjir, Yati, air luapan Kali Sunter mulai menggenangi permukimannya pada Rabu (14/4) sekitar pukul 18.30 WIB. Akibat luapan Kali Sunter tersebut, permukiman di rumahnya digenangi air setinggi hingga satu meter.

Dia pun terpaksa harus mengungsi sementara ke kantor RW setempat sambil menunggu air surut. "Ini sudah tiga kali selama tahun 2021," ujar Yati. 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA