Rabu 14 Apr 2021 14:01 WIB

Bintang NBA Ini Tetap Berpuasa di Tengah Padatnya Laga

Enes Kanter meniru contoh Hakeem Olajuwon yang tetap berpuasa meski bertanding.

Rep: Fitriyanto/ Red: Israr Itah
Pebasket Muslim asal Turki yang berlaga di NBA, Enes Kanter, ketika mengunjungi Jakarta pada 2017 lalu.
Foto: Republika/Raisan Al Farisi
Pebasket Muslim asal Turki yang berlaga di NBA, Enes Kanter, ketika mengunjungi Jakarta pada 2017 lalu.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Center Portland Trail Blazers Enes Kanter tetap menjalankan ibadah puasa Ramadhan tahun ini. Padahal, timnya tengah melakoni jadwal padat pertandingan NBA untuk bersaing menuju babak play-off.

Ini bukan kali pertama pebasket Muslim asal Turki ini bermain dalam kondisi berpuasa. Pemain yang pernah berkunjung ke Indonesia pada 2017 lalu itu sangat berpengalaman menjalani puasa sebagai pebasket. Dia telah melakukan ini sejak berusia di bawah 10 tahun. Bahkan saat remaja, Kanter sudah bermain basket kompetitif sebagai bintang internasional.

Baca Juga

“Sampai sekarang, saya pikir saya telah melakukan pekerjaan yang sangat baik dengan tidak pingsan,” kata Kanter sambil tertawa, dikutip dari Oregonlive, Rabu (14/4). “Tapi, bagi semua Muslim, ini bulan yang sangat suci. Saya sangat senang melakukannya."

Puasa sebulan penuh akan dijalani Kanter. Bermain dalam kondisi lapar dan haus tidak seburuk kedengarannya, kata Kanter. "Setelah pertandingan dimulai, Anda tidak berpikir tentang Anda haus, Anda tidak berpikir tentang Anda lapar, atau semacamnya. Anda hanya akan fokus pada permainan," katanya.

Dalam unggahannya di Instagram, Kanter menampilkan sejumlah pemain Muslim yang berlaga di NBA pada masa lalu. Ia menampilkan potongan kisah mantan center Houston Rockets Hakeem Olajuwon yang tetap berpuasa meskipun tengah membela timnya. Kanter ingin meniru jejak Olajuwon menjadi contoh bagi generasi muda lain soal pilihan tetap berpuasa, tapi tetap profesional. 

Musim ini akan datang dengan beberapa perubahan yang akan membuat pengalaman Kanter berbeda. Awal Ramadhan naik 11 hari setiap tahun, dan musim ini Kanter akan memainkan lebih banyak game NBA daripada yang pernah dia mainkan sebelumnya selama Ramadhan. Faktanya, ini akan menjadi yang kedua kalinya dalam 10 tahun karier Kanter dia harus tampil dalam pertandingan NBA selama Ramadhan.

Pemain yang didraf pada 2011 ini tak bermain saat Ramadhan. Musim NBA berakhir sebelum Ramadhan dimulai pada musim panas 2012 hingga 2015. Pada 2016, saat Kanter bersama tim Oklahoma City Thunder, Ramadhan dimulai pada 7 Juni, sepekan setelah Thunder tersingkir pada 30 Mei oleh Golden State di final Wilayah Barat. 

Thunder keluar dari play-off bahkan lebih awal pada musim berikutnya. Pada 2018 Kanter bermain dengan New York Knicks, yang tidak mencapai babak play-off.  

Pada 2019, Kanter mendarat ke Blazers, yang dengan bantuannya mencapai final Wilayah Barat.  Ramadhan berlangsung dari 5 Mei hingga 4 Juni. Blazers memainkan delapan pertandingan selama waktu itu sebelum disingkirkan oleh Warriors di final Wilayah Barat pada 20 Mei.

Musim lalu, Kanter bermain untuk Boston, tetapi musim itu dihentikan pada Maret karena pandemi Covid-19 dan Ramadhan dimulai pada 23 April. Tinggal di rumah membuatnya lebih mudah untuk menahan godaan.

“Itu Ramadhan termudah yang pernah saya alami,” kata Kanter.  “Saya dikarantina.  Kami tidak pergi ke mana-mana.  Kami hanya bersantai di rumah."

Musim ini, tenaga Kanter sangat dibutuhkan Blazers. Meskipun bukan center pilihan pertama karena dia menjadi pelapis Jusuf Nurkic yang sudah pulih dari cedera. Perannya sangat dibutuhkan agar Blazers tetap di posisi aman play-off.

NBA musim ini menerapkan aturan, hanya enam tim setiap wilayah yang berhak lolos langsung play-off. Sedangkan, peringkat 7-10 akan menjalani babak play-in atau fase do or die sebelum menuju play-off. Blazers dengan catatan kemenangan 31-23 saat ini di posisi enam wilayah barat.

Dalam laga hari ini, Blazers baru saja ditekuk Boston Celtics 115-116. Kanter bersama Blazers selanjutnya akan menghadapi San Antonio Spurs (17/4), Charlotte Hornets (19/4), Los Angeles Clippers (21/4), serta Denver Nuggets (22/4). 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement