Selasa 13 Apr 2021 22:35 WIB

Disdik Kediri akan Uji Coba Sekolah Tatap Muka Saat Ramadhan

Dinas Kediri akan mulai uji coba sekolah tatap muka pada tanggal 15-16 April 2021.

Stiker jaga jarak yang terpasang di lantai saat simulasi sekolah di SMP. Ilustrasi
Foto: Republika/Putra M. Akbar
Stiker jaga jarak yang terpasang di lantai saat simulasi sekolah di SMP. Ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, KEDIRI -- Dinas Pendidikan Kota Kediri, Jawa Timur, akan melakukan uji coba pendidikan secara tatap muka dalam kegiatan Pondok Ramadhan 2021 yang dilakukan di lingkungan sekolah. Kepala Dinas Pendidikan Kota Kediri Siswanto mengemukakan Menteri Pendidikan Nadiem Anwar Makarim telah membolehkan kegiatan belajar mengajar tatap muka bagi daerah yang sudah melakukan vaksinasi Covid-19 pada tenaga pendidikan.

Namun, semua juga harus mendapatkan izin dari ketua satgas penanganan Covid-19 di daerah termasuk di Kota Kediri.

"Vaksinasi untuk tenaga pendidikan di Kediri sudah dilakukan. Ada sekitar 4 ribu orang tenaga pendidik divaksinasi Covid-19. Untuk itu, kami akan uji coba dengan rencana pondok Ramadhan ini, tanggal 15-16 April 2021," kata Siswanto di Kediri, Selasa.

Ia mengungkapkan pondok Ramadhan itu tidak akan diikuti semua sekolah, melainkan hanya dua sekolah per kecamatan. Sekolah itu baik tingkat sekolah dasar maupun sekolah menengah pertama (SMP) di Kota Kediri baik negeri dan swasta.

Selama pondok Ramadhan tersebut, anak-anak masuk maksimal tiga jam. Mereka mulai masuk jam 07.30 hingga tiga jam kemudian pulang.Misalnya untuk SMP, mereka pun dibagi antara kelas satu (kelas tujuh) dan dua (kelas delapan).

Karena saat ini kelas tiga (kelas sembilan) sudah ujian, sehingga pondok Ramadhan hanya diikuti kelas satu dan dua, dengan tetap mematuhi protokol kesehatan yang ketat. "Nantinya dibagi per shift, jadi misalnya Senin, kelas tujuh itu shift satu dan dua, Selasa kelas delapan. Begitu seterusnya. Anak-anak istirahat, tapi tidak boleh keluar dari kelas," kata dia.

Untuk kegiatan pondok Ramadhan, pihaknya masih uji coba dua hari tersebut yakni 15-16 April 2021. Nantinya pada 17 April 2021 baru dievaluasi, apakah kegiatan belajar mengajar terus bisa dilakukan tatap muka atau daring sepenuhnya.

Jika baik, pekan depan kegiatan belajar mengajar tetap muka bisa diselenggarakan. Ia juga menegaskan, di sekolah untuk penerapan protokol kesehatan sudah dilakukan secara optimal.

Para guru juga sudah laporan bahwa di sekolah mereka sudah siap menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar tatap muka."Persiapan oke, dengan prokes (protokol kesehatan) dan itu tidak ada masalah. Semua guru juga sudah divaksin (vaksinasi Covid-19). Tapi ini tetap kami konsultasikan dulu ke Pak Wali Kota sebagai ketua satgas penanganan Covid-19," kata dia.

Ia juga mengakui selama ini banyak orang tua mempertanyakan kapan kegiatan belajar mengajar tatap muka akan diselenggarakan, namun karena saat ini masih pandemi Covid-19, kegiatan masih dilakukan secara daring.

"Yang banyak mengeluh orang tua. Kalau guru mau tidak mau harus mengikuti tuntutan (sekolah daring termasuk membuat RPP daring). Yang penting semua sehat," kata dia.

Di Kota Kediri, hingga Senin (12/4) terdapat 1.309 warga yang terkonfirmasi positif Covid-19. Terdapat delapan orang yang masih dirawat, 1.159 orang telah sembuh, dan 142 orang telah meninggal dunia.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement