Saturday, 14 Zulhijjah 1442 / 24 July 2021

Saturday, 14 Zulhijjah 1442 / 24 July 2021

Vaksin Pfizer Kini Bisa Disimpan Suhu Kulkas Saat Pengiriman

Selasa 13 Apr 2021 13:29 WIB

Red: Dwi Murdaningsih

Operasi vaksinasi COVID-19 dengan vaksin Pfizer-BioNTech di Rumah Sakit San Paolo, Milan, Italia, 04 Januari 2021.

Operasi vaksinasi COVID-19 dengan vaksin Pfizer-BioNTech di Rumah Sakit San Paolo, Milan, Italia, 04 Januari 2021.

Foto: EPA-EFE/Mourad Balti Touati
Vaksin Pfizer sejauh ini sudah menunjukkan tingkat efektifitas 95 persen.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Regulasi kesehatan di Australia mengatakan vaksin COVID-19 buatan Pfizer sekarang bisa disimpan di suhu normal dalam kulkas selama dua minggu dalam perjalanan. Disebutkan pula, vaksin buatan Pfizer bisa disimpan di kulkas biasa selama lima hari.

Sebelumnya vaksin buatan Amerika Serikat tersebut harus disimpan di suhu sangat sangat dingin, antara -90 sampai -60 derajat Celcius. Ini menjadi tantangan dalam pengiriman ke berbagai negara, termasuk Australia.

"Perubahan ini akan memberikan keleluasaan lebih besar dalam penyimpanan, tranportasi dan pemberian vaksin Pfizer di seluruh Australia," kata Lembaga Therapeutic Goods Administration (TGA), ketika menyetujui perubahan tersebut.

Di hari yang sama, otoritas kesehatan Australia juga menetapkan vaksin Pfizer akan menjadi pilihan utama dibandingkan vaksin AstraZeneca bagi bagi sejumlah besar warga di Australia. Australia sudah mendapat kepastian akan mendapatkan 20 juta dosis tambahan vaksin Pfizer setelah Pemerintah Australia mengubah rencana vaksinasi mereka.

Teknologi mRNA pada Pfizer
Vaksin Pfizer sejauh ini sudah menunjukkan tingkat efektifitas 95 persen dalam mencegah penularan virus COVID-19. Vaksin itu menggunakan teknologi mRNA yang melatih sistem kekebalan tubuh untuk mendeteksi adanya SARS-CoV-2, atau virus yang menyebabkan COVID-19 dan melawan penularan.

mRNA sangat rentan, itulah sebabnya pihak otoritas kesehatan sebelumnya mengatakan vaksin harus disimpan di suhu yang sangat dingin.

Namun bulan Februari, Pfizer mengirimkan data baru kepada lembaga Administrasi Makanan dan Obat-Obatan di Amerika Serikat (FDA). Data itu menunjukkan vaksinnya tetap dalam kondisi stabil dalam beberapa hari di suhu yang lebih tinggi.

Regulator Amerika Serikat kemudian mengizinkan vaksin yang masih beku untuk dikirimkan dan disimpan dalam suhu antara -25 dan -15 Celcius.

Di bulan Maret, Badan Regulator Kesehatan Uni Eropa juga mengikuti hal yang sama dan menyetujui penyimpanan vaksin Pfizer di suhu lemari beku.

Aturan Pfizer di Australia
Perubahan ini berarti, vaksin Pfizer yang belum dibuka sama sekali di Australia nantinya bisa disimpan di suhu -25 dan -15 Celcius selama dua minggu. Vaksin yang belum dibuka juga bisa disimpan selama lima hari di lemari es biasa dengan suhu antara 2 sampai 8 derajat Celcius.

Sebelum disuntikkan, vaksin Pfizer dicampurkan dengan air mengandung garam. TGA mengatakan vaksin yang sudah tercampur air garam ini, baik yang masih disimpan di vial atau di jarum suntik, bisa disimpan atau dipindahkan dalam suhu ruangan sampai 30 derajat Celcius sampai selama enam jam.

Baca Juga

 

sumber: https://www.abc.net.au/indonesian/2021-04-12/vaksin-pfizer-hanya-perlu-disimpan-di-kulkas/100063144

sumber : ABC
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA