Sunday, 3 Zulqaidah 1442 / 13 June 2021

Sunday, 3 Zulqaidah 1442 / 13 June 2021

BPOM Perkirakan Izin Vaksin Sputnik V Keluar April

Selasa 13 Apr 2021 13:21 WIB

Rep: Nawir Arsyad Akbar/ Red: Andi Nur Aminah

Kepala Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Penny K Lukito.

Kepala Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Penny K Lukito.

Foto: Republika/Thoudy Badai
Sudah diterima sekira 75 persen data dari vaksin Sputnik V.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny Lukito mengatakan, vaksin Covid-19 buatan Rusia, Sputnik V, didaftarkan oleh PT Pratama Nirmala. Ia memperkirakan, izin penggunaan dikeluarkan dalam kondisi kegawatdaruratan kesehatan masyarakat atau emergency use authorization (EUA) yang akan keluar pada April 2021.

"Didaftarkan PT Pratama Nirmala dan akan bermitra dengan PT Bio Farma. Estimasi EUA akhir April 2021," ujar Penny dalam rapat kerja dengan Komisi IX DPR, Kamis (8/4).

Baca Juga

BPOM, kata Penny, sudah menerima sekira 75 persen data dari vaksin Sputnik V. Pihaknya saat ini masih menunggu data tambahan terkait efikasi, keamanan, dan mutu vaksin buatan Rusia itu. "Sudah ada beberapa kali kami melakukan pembahasan juga," ujar Penny.

Sebelumnya, Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Lyudmila Vorobieva, mengatakan, siap membantu pengadaan vaksin di Indonesia lewat Sputnik V. "Kami siap bekerja sama dengan Pemerintah Indonesia dalam bidang ini. Vaksin Sputnik V saat ini sedang dalam proses registrasi di BPOM Indonesia dan organisasi kesehatan dunia WHO," ujar Dubes Lyudmila, lewat siaran persnya.

Indonesia disebut sudah menjalin komunikasi dengan Rusia untuk bekerja sama mengatasi virus corona jenis baru. Pada April 2020, Presiden Joko Widodo lewat kontak telepon dengan Presiden Rusia Vladimir Putin sepakat untuk meningkatkan kontak antara Kementerian Kesehatan kedua negara. Lalu, pada 17 September 2020, Rusia melalui Duta Besarnya di Indonesia secara resmi telah menghubungi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia untuk menawarkan penggunaan dan pengembangan lebih lanjut vaksin Sputnik V.

Baca juga: Anies Klaim Situasi Covid di Jakarta Terkendali

Sputnik V adalah sebuah vaksin anti-Covid-19 yang dikembangkan oleh Gamaleya Research Institute dan Kementerian Pertahanan Rusia di Moskow. Sputnik V juga merupakan vaksin terdaftar pertama di dunia berdasarkan platform berbasis vektor adenoviral manusia. Saat ini, Sputnik V berada di antara 10 kandidat vaksin teratas yang sudah mendekati akhir uji klinis dan siap untuk diproduksi massal serta sedang didaftarkan ke Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA