Tuesday, 5 Zulqaidah 1442 / 15 June 2021

Tuesday, 5 Zulqaidah 1442 / 15 June 2021

Puan Dorong Negara Produsen Tingkatkan Produksi Vaksin Covid

Selasa 13 Apr 2021 08:51 WIB

Rep: Febrianto Adi Saputro/ Red: Agus Yulianto

Ketua DPR-RI Puan Maharani

Ketua DPR-RI Puan Maharani

Foto: istimewa
Saat ini vaksinasi telah dimulai, tapi banyak negara belum mendapat akses vaksin.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua DPR RI Puan Maharani mendorong pimpinan parlemen dari negara produsen vaksin menyampaikan kepada pemerintahnya untuk meningkatkan produksi. Tak hanya itu, Puan juga meminta agar negara produsen melakukan distribusi secara merata kepada negara yang membutuhkan.

Hal itu disampaikan Puan dalam Preparatory Committee of the 5 World Conference Speakers Parliament (5WCSP), Senin malam (12/4). "Kepada negara yang memiliki surplus persediaan vaksin diharapkan dapat berbagi kepada negara yang belum punya vaksin. Ini adalah waktu untuk tingkatkan solidaritas global," kata Puan dalam keterangan tertulisnya, Selasa (13/4).

Puan menjelaskan, pertemuan kedua preparatory committee ini diadakan saat dunia mulai melihat awal kebangkitan dari kondisi pandemi Covid-19. Vaksinasi semakin massif dilaksanakan, meski belum sepenuhnya merata, tapi sudah mulai memantik pemulihan ekonomi global.

"Saat ini vaksinasi telah dimulai, tapi masih banyak negara yang belum mendapat akses vaksin. Selain itu, saat ini ketersediaan dan produksi vaksin masih terbatas" ujarnya.

Dalam beberapa forum internasional, Politikus PDIP itu kerap menyuarakan keadilan akses terhadap vaksin Covid-19 pada seluruh negara. Puan juga berharap organisasi parlemen dunia (IPU) turut mencegah penguasaan vaksin sepihak oleh negara-negara tertentu.

"Waktu kita sempit, karenanya dunia perlu tingkatkan produksi vaksin dan percepat distribusi vaksin yang merata. Jika semua negara belum mendapat vaksin, dunia tidak akan aman, virus akan terus bermutasi dan menyebar," ucapnya. 

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA