Hilal di Arab Saudi Belum Terlihat Karena Kondisi Cuaca

Rep: Dea Alvi Soraya/ Red: Muhammad Hafil

 Senin 12 Apr 2021 15:40 WIB

Hilal di Arab Saudi Belum Terlihat Karena Kondisi Cuaca. Foto:   Ilustrasi Ramadhan Foto: Pixabay Hilal di Arab Saudi Belum Terlihat Karena Kondisi Cuaca. Foto: Ilustrasi Ramadhan

Tim Rukyat Arab Saudi belum melihat hilal pada Ahad.

REPUBLIKA.CO.ID,RIYADH—Tim Rukyatul Hilal Arab Saudi, pada Ahad (11/4), mengatakan bahwa bulan sabit, untuk menentukan datangnya bulan Ramadhan, tidak dapat dilihat dari observarium Tamir dan Hawtat di Sudair karena kondisi cuaca yang tidak mendukung. 

Mahkamah Agung mengatakan belum menerima bukti penampakan bulan sabit hingga 29 Syaban (11/4) malam, saat pertemuan tim Rukyatul Hilal digelar. Mahkamah Agung mengatakan akan mengadakan sidang kedua pada Senin (12/4) malam nanti, dan mengeluarkan keputusan tentang awal bulan puasa umat Islam.

Sementara itu di Indonesia, Kementerian Agama akan menggelar Sidang Isbat (penetapan) awal Ramadan 1442 H pada Senin 12 April 2021. Sidang akan berlangsung di Auditorium H.M. Rasjidi, Kementerian Agama RI, Jl. MH. Thamrin No. 6, Jakarta.

Baca Juga

“Isbat awal Ramadan dilaksanakan 12 April, bertepatan 29 Sya’ban 1442 H,” terang Dirjen Bimas Islam Kamaruddin Amin, dalam keterangan yang diterima Republika, Ahad (11/4).

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Play Podcast X