PBNU Siapkan Sejumlah Kegiatan Selama Ramadhan

Rep: Zahrotul Oktaviani/ Red: Esthi Maharani

 Senin 12 Apr 2021 15:34 WIB

Bendahara PBNU Bina Suhendra bersama Ketua PBNU Bidang Hukum Robikin Emhaz, Ketua Umum PBNU Said Aqil Siroj, Sekjen PBNU Helmy Faishal Zaini, Wakil Ketua Umum PBNU Maksum Mahfud dan Ketua PBNU Bidang Agama Abdul Manan Ghani (dari kiri) Foto: Republika/Putra M. Akbar Bendahara PBNU Bina Suhendra bersama Ketua PBNU Bidang Hukum Robikin Emhaz, Ketua Umum PBNU Said Aqil Siroj, Sekjen PBNU Helmy Faishal Zaini, Wakil Ketua Umum PBNU Maksum Mahfud dan Ketua PBNU Bidang Agama Abdul Manan Ghani (dari kiri)

PBNU Pusat mengeluarkan instruksi agar setiap lembaga menyiapkan kegiatan Ramadhan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) melalui setiap lembaga maupun Badan Otonom (Banom) menyiapkan sejumlah kegiatan selama Ramadhan 1442 H. Ketua PBNU, KH Abdul Manan Ghani, menyebut kegiatan ini merupakan hal yang selalu dilakukan saat Ramadhan tiba.

"Dari PBNU Pusat, telah mengeluarkan instruksi agar setiap lembaga menyiapkan kegiatan yang berkaitan dengan ibadah selama Ramadhan. PBNU memiliki beberapa lembaga dan Banom. Nah setiap pihak memiliki kegiatan dan program sesuai dengan tupoksinya masing-masing," kata dia saat dihubungi Republika, Senin (12/4).

Salah satu kegiatan bahkan dimulai sebelum Ramadhan tiba yakni, menyiapkan tim perukyat untuk melihat hilal di berbagai wilayah di Indonesia. Kegiatan rukyat ini diselenggarakan oleh Lembaga Falakiyah PBNU.

Tak hanya itu, Lembaga Takmir Masjid PBNU juga turut menyiapkan kegiatan, berupa bersih-bersih masjid dan sosialisasi terkait Covid-19. Sosialisasi harus terus dilakukan, mengingat virus ini masih menyebar dan belum semua orang mendapatkan vaksin.

Lembaga Dakwah PBNU pun disebut menyiapkan sejumlah hal terkait dakwah di masjid dan media. "Disiapkan siapa Dai-nya dan wejangan seputar Ramadhan apa saja yang dibahas. Nah media ini bisa TV, media daring, maupun masjid yang sudah membuka pintunya untuk kegiatan Ramadhan," lanjut Kiai Abdul Manan Ghani.

Kemudian, ada pula Lembaga Jam'iyyatul Qurra wal-Huffazh (JQH) yang menyiapkan seputar bimbingan baca Alquran. Bimbingan ini dilakukan baik melalui virtual atau melalui guru-guru, hafidz-hafidzah, yang tersebar di seluruh Indonesia.

Terkait pelaksanaan tarawih di tempat ibadah, PBNU disebut telah mengirim surat imbauan ke seluruh wilayah dan cabang. Dalam imbauannya, PBNU menyebut tarawih diperbolehkan namun tetap memperhatikan protokol kesehatan.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Play Podcast X