Sunday, 12 Safar 1443 / 19 September 2021

Sunday, 12 Safar 1443 / 19 September 2021

Tiga Komoditas Pangan Impor Masuk, Pasokan dan Harga Aman

Senin 12 Apr 2021 15:33 WIB

Rep: Dedy Darmawan Nasution / Red: Hiru Muhammad

Sejumlah sapi impor dari Australia berada di dalam truk usai diturunkan dari kapal di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (15/9/2020). Kementerian Pertanian menyatakan hingga kini Indonesia masih mengimpor 280 ribu ton atau 1,2 juta ekor sapi per tahun guna membantu mencukupi kebutuhan pangan.

Sejumlah sapi impor dari Australia berada di dalam truk usai diturunkan dari kapal di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (15/9/2020). Kementerian Pertanian menyatakan hingga kini Indonesia masih mengimpor 280 ribu ton atau 1,2 juta ekor sapi per tahun guna membantu mencukupi kebutuhan pangan.

Foto: SIGID KURNIAWAN/ANTARA
Pemerintah tidak menghambat pasokan pangan impor yang memang dibutuhkan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Badan Ketahanan Pangan, Kementerian Pertanian, menyatakan tiga komoditas pangan strategis yang dipenuhi lewat stok impor dipastikan mencukupi untuk kebutuhan momen Ramadhan dan Idul Fitri. Seiring pasokan yang cukup, harga dipastikan akan tetap stabil.

"Tiga komoditas yang impor ada bawang putih, daging sapi dan kerbau, juga gula. Ini sudah dimonitor dan terus realisasi sampai hari ini," kata Kepala BKP Kementan, Agung Hendriadi dalam Forum Merdeka Barat, Senin (12/4).

Agung mengatakan, hingga Mei 2021, pasokan bawang putih impor yang masuk ditargetkan sebanyak 202 ribu ton. Sementara itu, pasokan daging sapi dan kerbau 111 ribu ton serta gula 700 ribu ton. Agung menilai volume itu sudah mencukupi untuk rata-rata kebutuhan masyarakat hingga lebaran mendatang."Target kami ini masuk sampai bulan Mei dan akan dipenuhi. Kami optimistis," ujarnya.

Agung menegaskan, sejauh ini pemerintah tidak memberikan hambatan untuk pasokan pangan yang memang diperlukan tambahan impor. Adapun teknis perizinan impor serta jadwal kedatangan telah diatur oleh Kementerian Perdagangan bersama para importir.

Lebih lanjut, ia menuturkan, upaya pengendalian pangan sudah dilakukan berbulan-bulan sebelumnya. Pasokan-pasokan pangan yang dapat diproduksi di dalam negeri telah dimobilisasi selain memastikan impor pangan masuk sesuai jadwal

Menurutnya, Kementan juga terus melakukan pemantauan rutin di seluruh daerah setiap minggu. Dengan begitu, gejala kenaikan harga yang terlihat dalam data bisa diatasi secara cepat. Lebih jauh, antisipasi yang lebih cepat dari pemerintah dapat mencegah adanya kelangkaan pangan yang bisa membuat gejolak besar di dalam negeri.

"Kami menjaga supaya tidak terjadi kelangkaan. Kita hindari itu karena kami tidak ingin menjadi seperti pemadam kebakaran, terjadi kenaikan harga baru ribut," katanya.

Dalam kesempatan berbeda, Menteri Perdagangan, Muhammad Lutfi menyatakan, stok bahan pangan strategis dipastikan aman serta dengan harga yang terjangkau. Ia memastikan, Ramadhan tahun ini akan dilalui tanpa gejolak ketersediaan dan harga pangan."Semua barang bisa dibilang stabil bahkan (harganya) menurun," kata Lutfi.

Lutfi mengatakan, pihaknya selalu melakukan pengecekan di Pasar Induk Kramat Jati karena menjadi barometer pergerakan harga pangan secara nasional. Menurut dia, jika stabilitas harga di Pasar Induk Kramat Jati bisa dijaga, dipastikan harga di tingkat pasar eceran ikut stabil.

Untuk komoditas pangan yang diproduksi dalam negeri, ia mencontohkan harga bawang merah stabil pada level Rp 18 ribu-Rp 21 ribu per kg. Begitu pula dengan harga bawang putih yang turut stabil.

Sementara itu, cabai rawit yang sebelumnya mencapai di atas Rp 100 ribu per kg kini mulai turun mendekati Rp 70 ribu per kg. "Cabai merah besar dan merah keriting juga stabil. Jadi puasa Ramadhan harga-harga stabil terjangkau bahkan dengan adanya panen kemungkinan besar menurun," kata Lutfi.

Khusus komoditas cabai rawit yang mengalami lonjakan signifikan, Lutfi mengatakan hal itu tidak lepas karena faktor cuaca. Ia mengatakan tengah mencari alternatif bersama para pihak terkait agar pola tanam cabai diubah sehingga kegiatan panen dan tanam tidak serentak.

Pola tersebut dinilai akan lebih aman terhadap penyediaan cabai secara berkelanjutan. Adapun untuk komoditas beras, Lutfi menegaskan hingga saat ini suplai dalam negeri mencukupi baik kualitas medium maupun premium. Penurunan harga juga tidak terjadi sehingga diyakini harga beras dalam kondisi stabil."Semua stok aman dan cukup untuk hari raya Idul Fitri, dengan begitu puasa akan kita lalui dengan tenang," katanya.

 

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA