Singapura Izinkan Sholat Jamaah Saat Ramadhan di Asrama

Rep: Idealisa Masyrafina/ Red: Ani Nursalikah

 Sabtu 10 Apr 2021 04:35 WIB

Singapura Izinkan Sholat Jamaah Saat Ramadhan di Asrama. Wisatawan menikmati suasana kawasan Masjid Sultan di Kampung Glam, Singapura, Jumat (16/8). Foto: Republika/Prayogi Singapura Izinkan Sholat Jamaah Saat Ramadhan di Asrama. Wisatawan menikmati suasana kawasan Masjid Sultan di Kampung Glam, Singapura, Jumat (16/8).

Pekerja migran di Singapura dibolehkan menggelar sholat tarawih berjamaah.

REPUBLIKA.CO.ID, SINGAPURA -- Operator asrama pekerja migran di Singapura akan diizinkan mengatur sesi sholat berjamaah di dalam asrama bagi pekerja yang menjalankan puasa Ramadhan. Mereka harus mematuhi jarak aman.

"Sholat berjamaah akan dilaksanakan untuk sholat tarawih selama Ramadhan dan sholat subuh pada Hari Raya Puasa," kata Kementerian Tenaga Kerja Singapura, dilansir di Channel News Asia, Jumat (9/4).

Baca Juga

Operator asrama dapat mendaftar melalui Assurance, Care and Engagement (ACE) Group di bawah Kementerian Tenaga Kerja untuk mengatur sholat berjamaah ini. Sholat dapat dilakukan di lokasi yang sesuai di dalam asrama, seperti aula serbaguna atau ruang bersama, dan asrama akan diizinkan mengadakan dua sesi.

Bergantung pada ukuran dan kapasitas di asrama, hingga 200 penghuni di setiap asrama dapat menghadiri sesi sholat ini setiap hari. Mereka yang tidak dapat menghadiri sesi dapat terus sholat di kamar mereka. Mereka juga dapat mengakses program masjid online, tersedia dalam bahasa Bengali, di saluran YouTube Dewan Agama Islam Singapura (MUIS), Salam SGTV.

Asrama yang telah menyatakan minat melakukan sesi sholat semacam itu dapat menominasikan penghuninya untuk disetujui sebagai pemimpin doa atau Imam oleh MUIS. Kementerian juga mendorong pekerja migran mengambil vaksin Covid-19 ketika mereka diberi kesempatan melakukannya selama periode ini.

“Vaksinasi tidak membatalkan puasa,” kata Kementerian Tenaga Kerja.  

Selama Ramadhan, pengaturan telah dibuat untuk memperpanjang jam vaksinasi hingga pukul 22.00 waktu setempat untuk melayani pekerja Muslim yang harus berbuka puasa sebelum vaksinasi.

"Kementerian Tenaga Kerja akan terus bekerja dengan operator asrama dan majikan untuk memenuhi kebutuhan pekerja migran Muslim dalam menjalankan Ramadhan sambil memastikan kepatuhan pada langkah-langkah yang diperlukan untuk menangani risiko yang ditimbulkan oleh Covid-19," kata Kementerian.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini

Berita Lainnya

Play Podcast X