Tuesday, 13 Rabiul Awwal 1443 / 19 October 2021

Tuesday, 13 Rabiul Awwal 1443 / 19 October 2021

Partai Zionis: Muslim Harus Tahu, Tanah Israel Milik Yahudi

Jumat 09 Apr 2021 15:05 WIB

Rep: Fergi Nadira/ Red: Teguh Firmansyah

Ilustrasi penggusuraan tanah di salah satu kawasan di Palestina

Ilustrasi penggusuraan tanah di salah satu kawasan di Palestina

Foto: Anadolu Agency
Warga Arab yang tak mengakui Tanah Israel diminta untuk tidak tinggal.

REPUBLIKA.CO.ID,  YERUSALEM -- Pemimpin partai sayap kanan Zionis Beragama, Bezalel Smotrich, pada Kamis (8/4) mengancam akan mengusir anggota dewan dari Arab dan Muslim lainnya yang tidak menerima aturan Yahudi di Israel. Sebelumnya, anggota Knesset (MK) Ahmad Tibi dari Joint List memberikan wawancara dengan Radio 103FM. Dalam wawancara itu, ia dimintai pendapat atas pernyataan yang dibuat oleh Kepala Rabi Safed Shmuel Eliyahu pada 2019. Pada saat itu Rabi menyatakan: "Tanah (Israel) memuntahkan orang-orang Arab."

Tibi menyebut Eliyahu "sampah rasialis".  "Saya membencinya. Seorang rabi tidak seharusnya berbicara seperti itu, dan jika seorang syekh berbicara seperti itu tentang orang Yahudi, maka dia juga harus dikutuk," kata Tibi mengacu pada komentar Rabi dilansir laman Middle East Monitor, Jumat (9/4).

Smotrich pun membela Eliyahu di Twitter. "Seorang Muslim sejati perlu tahu bahwa Tanah Israel adalah milik orang-orang Yahudi, dan seiring waktu orang Arab seperti Anda yang tidak mengakui itu tidak akan tinggal di sini. Rabbi Shmuel dan orang banyak  pengikut, kami di antara mereka, akan memastikan hal itu," kata dia di Twitter.

Tibi menjawab: "Saya senang bahwa Anda tidak akan menjadi menteri tanpa bergantung pada orang Arab." Dalam bahasa Jerman dia menambahkan: "Du bist ein rassist (Anda rasialis)."

Baca juga : Hukuman Tunai Allah SWT di Dunia untuk Pembunuh Cucu Rasul

Blok Perdana Menteri Benjamin Netanyahu berusaha untuk memobilisasi dukungan dari Joint List untuk mencapai mayoritas 61 kursi untuk dapat membentuk koalisi pemerintah.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA