Tuesday, 29 Ramadhan 1442 / 11 May 2021

Tuesday, 29 Ramadhan 1442 / 11 May 2021

Mutasi Virus E484K Muncul, Satgas Minta Masyarakat tak Panik

Kamis 08 Apr 2021 17:50 WIB

Rep: Dessy Suciati Saputri/ Red: Andi Nur Aminah

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito menjelaskan pembentukan Posko Covid-19 untuk penanganan pandemi mulai dari hulu yaitu dengan upaya pencegahan. Tujuan pembentukan posko untuk melakukan pemantauan, pengendalian, dan evaluasi perkembangan kasus Covid-19 di tingkat mikro, khususnya selama PPKM Mikro.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito menjelaskan pembentukan Posko Covid-19 untuk penanganan pandemi mulai dari hulu yaitu dengan upaya pencegahan. Tujuan pembentukan posko untuk melakukan pemantauan, pengendalian, dan evaluasi perkembangan kasus Covid-19 di tingkat mikro, khususnya selama PPKM Mikro.

Foto: Satgas Covid-19
Mutasi terbaru ini merupakan hasil mutasi dari varian B117 yang berasal dari Inggris.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Juru Bicara Pemerintah Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito meminta masyarakat mewaspadai munculnya mutasi virus Covid-19 baru yakni E484K. Mutasi terbaru ini merupakan hasil mutasi dari varian B117 yang berasal dari Inggris. 

"Hendaknya diperhatikan terkait ditemukannya varian Covid-19 bernama E484K yang merupakan mutasi dari varian B117 yang berasal dari Inggris," kata Wiku saat konferensi pers sore ini, Kamis (8/4).

Wiku menjelaskan, mutasi E484K yang terjadi pada protein spike merupakan mutasi yang sama seperti yang ditemukan di Afrika Selatan dan Brazil serta dinilai lebih menular. Kendati demikian, ia berharap agar masyarakat tidak panik namun tetap semakin disiplin menjalakan protokol kesehatan dalam setiap aktivitas yang dilakukan. Disiplin prokes merupakan pertahanan utama dalam mencegah penularan virus Covid-19. 

Baca Juga

Wiku mengatakan, pemerintah akan terus meningkatkan pengamatan whole genome sequencing untuk memetakan varian Covid-19 yang masuk ke Indonesia serta memperketat proses screening terhadap WNA dan WNI yang akan masuk ke Indonesia. 

Sebelumnya, pakar epidemiologi dari Universitas Griffith Australia Dicky Budiman mengatakan, pemerintah harus waspada dan memiliki strategi ketat untuk mencegah munculnya berbagai mutasi virus Covid-19 di Indonesia, termasuk E484K alias 'Eek'. Mutasi virus Covid-19 E484K ini pun telah terdeteksi muncul di wilayah DKI Jakarta. 

Untuk mengantisipasi penyebaran mutasi baru ini, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik Kemenkes Siti Nadia Tarmizi menyampaikan pemerintah saat ini tengah melakukan pelacakan kasus. Tujuannya untuk mendeteksi potensi penularan penyakit berdasarkan kontak erat.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA