Jelang Ramadhan, Warga Arab Saudi Penuhi Mal dan Pasar

Rep: Alkhaledi Kurnialam/ Red: Ani Nursalikah

 Kamis 08 Apr 2021 13:40 WIB

Jelang Ramadhan, Warga Arab Saudi Penuhi Mal dan Pasar. Dua orang perempuan mengunjungi mal atau pusat perbelanjaan di Arab Saudi. Foto: Arab News/Basheer Saleh Jelang Ramadhan, Warga Arab Saudi Penuhi Mal dan Pasar. Dua orang perempuan mengunjungi mal atau pusat perbelanjaan di Arab Saudi.

Warga Arab Saudi berbondong-bondong menyiapkan kebutuhan rumah jelang Ramadhan.

REPUBLIKA.CO.ID, JEDDAH -- Salah satu tanda paling jelas yang menandai datangnya Ramadhan di Arab Saudi adalah perilaku berbelanja warganya. Warga Saudi akan berbondong-bondong datang ke supermarket dan mal untuk mempersiapkan kebutuhan rumah tangga untuk menghadapi bulan suci yang semakin dekat.

Persiapan Ramadhan tahun ini menjadi berbeda dari 2020 di mana konsumen terpaksa berbelanja bahan makanan, pakaian, dan kebutuhan lain secara online. Karena pembatasan sosial sebelumnya, ekonomi masyarakat sangat terpukul.

Baca Juga

Namun tahun ini, pusat perbelanjaan dan hypermarket di Kerajaan mulai pulih dari resesi ekonomi. Sudah menjadi kebiasaan untuk mempersiapkan Ramadhan dengan perasaan baru, rumah tangga melakukan aktivitas bersih-bersih, mendekorasi rumah, menata ulang furnitur, mengambil beberapa barang untuk diberikan kepada orang miskin, dan tentu saja, membeli barang baru.

Bagi konsumen di Kerajaan, proses belanja menjadi lebih intens tidak seperti bulan lainnya dalam setahun. Orang-orang pergi ke toko grosir untuk berbelanja produk, permen, peralatan dapur baru, furnitur, mainan, dan tentu saja dekorasi bulan suci untuk menikmati suasana Ramadhan sepenuhnya.

Hypermarket dan pusat perbelanjaan mengakomodasi hiruk-pikuk belanja dengan skema pemasaran dan tampilan kreatif untuk menarik perhatian konsumen bahkan sebelum Ramadhan dimulai. Penjual dari berbagai pasar, mulai dari hypermarket hingga toko roti dan barang lainnya telah memberikan gambaran umum tentang perilaku pembelian sebelum dan selama Ramadhan.

Baca juga : Sambut Ramadhan, IMS-Baznas DKI Layani Hapus Tato Gratis

Beberapa pakar konsumen mengatakan keputusan pembelian menjadi lebih siap setelah pandemi. Raghdah Sadiq, supervisor pemasaran di platform eCommerce Saudi HNAK.com, mengatakan kepada Arab News bahwa dengan membatasi pelanggan untuk hanya memesan secara online, pelanggan kehilangan pengalaman sebenarnya saat pergi ke mal dan berinteraksi dengan orang lain untuk membeli atau menukar barang.

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini

Berita Lainnya

Play Podcast X